Rosemary Gold tengah bermeditasi di dalam kamarnya. Ia terus berlatih mengaktifkan mata batinnya di bawah bimbingan Hugo dan Jasper. Kedua roh pelindung itu dengan sabar membantu Rosemary. Walaupun ada kalanya gadis itu merasa bosan. Akan tetapi, karena keinginan untuk menjadi kuat, ia terus berlatih. Pada saat itu, Yura berdiri di luar kamarnya dengan ekspresi panik. Tampaknya setelah kembali dari pasar, ia mendengar berita tidak sedap. Selena tidak sengaja lewat dan melihat Yura seperti cacing kepanasan, mondar-mandir di depan kamar Rosemary. Segera Selena menghampiri Yura. Bahkan Yura tidak memperhatikan kedatangan gadis itu. Selena terpaksa mencubit bahu Yura agar menyadari kehadirannya di sana. “Sedang apa kau? Apa terjadi sesuatu?” Yura tentu saja kaget, tubuhnya sedikit terlonjak

