Beberapa hari setelah kejadian di hutan, Rosemary tidak pergi ke mana pun. Walaupun ia sedikit merasa bosan seperti dikurung kembali dalam asylum. Ya, tapi masih lebih baik tinggal di dalam kastel ini karena ia dilayani oleh pelayan. Rosemary yang tengah bosan melewati dapur dan ketika itu ia mendengar suara Yura menggema di dapur. Entah apa yang sedang wanita itu bicarakan, tapi terdengar sangat antusias. Merasa penasaran, ia tidak ragu untuk masuk ke dapur dan menguping pembicaraan Yura dan Selena. Gadis itu masuk diam-diam dan perlahan—berpura-pura mengambil sebuah tomat dan wortel, tapi ia taruh kembali. “Nona, Anda di sini?” Kaki Rosemary mundur satu langkah mendengar pekikan Yura. Ia merasakan telinganya sedikit berdengung karena suara itu cukup keras. “Sedang membicarakan apa? K

