Bab 5

1034 Kata
" Ya Tuhan,,! kamu cantik sekali sayang " Maulida tengah memuji Kiara. kiara kini tengah memakai gaun pengantin. ya hari ini dia akan menikah dengan Zayn sesuai dengan perkataan sang Ayah. kiara menatap dirinya didepan cermin dengan ukuran yang lumayan besar. kiara kira gaun yang kemarin dia beli akan sangat jelek saat Zayn ingin menutup belahan dibelakang pungung. baginya itu sangat seksi. karena dia memiliki sosok yang bagus dengan pungung kupu - kupu. tapi dia salah gaun ini tak kalah bagusnya meski sudah tertutup. " Maa kiara sedikit gugup " ucap kiara sambil meremas kedua jari tanganya. meski dia tidak mencintai Zayn tetap saja pernikahan hal yang sakral. " percayalah sama Ayah dan Mama. Zayn orang yang tepat untuk kiara. dia bisa menjagamu saat Mama dan Papa tidak ada " " mama bicara ngaco ya ! Mama gak boleh ningalin kiara " " kamu lupa ya! setelah kalian menikah kamu akan tingal dirumah Zayn " " Ckk,, Ma bisa gak Ayah suruh Zayn tingal disini saja. ya Ma plles ! " Maulida mengeleng, jika apa pun yang sudah menjadi perkataan suaminya dia akan tetap melaksanakan. meski dia sendiri juga berat berpisah dengan kiara. kiara itu baru saja kembali semingu yang lalu dari Swedia. dan sekarang harus pergi lagi mengikuti suaminya. " kamu sudah siap kiara, Zayn sudah selesai ijab qobul. mereka menungumu di pelaminan " " kakak, kau tidak marah kepadaku ?" mengeryit kan alisnya Freya bingung dengan ucapan kiara. untuk apa dia marah pada hari bahagia Adiknya. " kenapa harus marah tanpa alasan. kamu itu ada - ada saja. ya sudah yuk kasian Zayn menungu di pelaminan sendirian. " Freya mengandeng tangan kiara keluar menuju pelaminan. Maulida juga segera mengikuti dibelakang. dia tak kuasa melihat hari yang sudah di tunggu selama beberapa tahun. Tamu diruangan itu cukup ramai meski orang tua kedua mempelai hanya mengundang beberapa keluarga dekat. dan juga klien dari perusahaan Papa kiara. " lihat cantik ya, cantik sekali " " iya sangat cantik ! kedua anak Pak Mahendra memang cantik " " ya sangat disayangkan, dia harus menikah dengan anak bawahan dari Ayahnya. meski pemuda itu juga tampan. kan tetap saja tak sepadan " kiara bisa mendengar bisik - bisik dari beberapa tamu undagan yang datang. Tapi kiara tetap acuh toh apa yang mereka katakan benar. Zayn memang tak sepadan dengan nya. " kemari sayang ,,! " Mahendra meraih tangan kiara dan memberikan tangan itu kepada Zayn untuk dia gengam. " aku serahkan dia untukmu. jaga dia baik - baik Zayn, sekarang dia tangung jawan mu " " Tentu Tuan. aku akan menjaganya mulai sekarang " " hahaha" tawa Mahendra pecah saat Zayn mengatakan Tuan. " kau sekarang menantuku Zayn. pangil aku Ayah seperti Kiara memangil ku " " baik Ayah " Zayn memandang kiara, Zayn akui kiara sangat cantik. gaun itu benar - benar memberikan nilai plus bagi kiara Maheswari. yang sekarang menyandang status istrinya. kiara juga memandang Zayn, dia akui Zayn memang tampan hanya saja kenapa dia sangat miskin. bagi kiara lelaki yang pantas bersanding denganya adalah seseorang yang Mampu berdiri diatas. bukan malah seorang bawahan Sang Ayah. " kiara mintalah restu dari mertuamu" kiara mengalihkan pandagan kearah lelaki yang berdiri disamping Zayn. lelaki tua yang dulu pernah tingal disini saat menjadi asisten Ayah nya. " aku tidak menyangka kau akan tumbuh menjadi gadis secantik ini Non Kiara. semoga kalian bahagia " kiara hanya diam menangapi ucapan pria paruh baya yang sekarang menjadi mertuan nya. " enak ya, naik pangkat " " kiara jaga ucapan mu " ucap Zayn " sudah lah Zayn tidak baik marah -marah. ini hari bahagi untuk kalian acara akan segera dimulai. " emosi Zayn sedikit mereda mendengar penuturan dari Ayahnya. " mulai sekarang hargai lah lelaki ini kiara. bagaimana pun dia mertua kamu " zayn lalu mengandeng tangan kiara menuju pelaminan. kiara tak mengundang teman satu pun. selain Melin. gadis itu tengah bersalaman dengan kiara dengan wajah bercucuran air mata. " kiara ,, " ucap Melin sambil mendekap kiara dipelukan. " kau meningalkan ku. kau tega sekali huhuhu " " hei aku itu cuma menikah. bukan meningal. kenapa harus menagis coba ! " " tetap saja bukan ! kita tak bisa jalan bareng seperti yang sudah - sudah " " iih siapa yang bilang ? kita tetep bisa jalan koq seperti biasanya, Zayn tak berhak melarangku " bisik Kiara kepada Melin. Meski begitu zayn tau apa yang dibicarakan kiara dengan Melin tanpa terlewat sedikit pun. Zayn hanya terseyum mendengar kata itu meski saat ini dirinya tengah bersalaman dengan para tamu yang hadir. " benarkah ! kau yakin. kelihatanya Zayn bukan tipe pria yang mudah dikendalikan " " Maaf Nona bisakah kamu pergi " sontak Melin dan kiara menoleh kearah itu. pria itu juga menatap Melin dan kiara lalu mengankat jari telunjuk, menunjuk kebelakang terlihat antrian yang sangat panjang mengantri dibelakang. " hehehe maaf mas tadi kebablasan " ucap Melin.kini dia menatap kiara lagi tapi dengan wajah yang gembira. melin seperti bunglon yang bisa meubah suasana hati dalam sekejap. " semoga bahagia, kiara sayang eemuuuahh ". ucap melin disertai cium pipi kiri kanan. Melin segera turun dan menuju area prasmanan. dia sangat lapar ingin segera makan. setelah beberapa saat kemudian Terlihat kiara yang sedikit lelah akibat berdiri dari tadi. " sudah belum ya,,! aku sangat capek" " sebentar lagi kiara , kamu lelah " kiara menganguk, dia ingin segera tidur diranjang king size miliknya. 'betapa nyaman nya ranjang itu ' batin kiara. biasanya dia sangat bosan jika harus berbaring seharian. tapi kini dia benar -benar merindukan tempat tidur yang super nyaman. " ya sudah kita kedalam dulu " " benarkah memang boleh ,,? " " siapa yang tidak meperbolehkan ! " "ya sudah Ayo ,,! aku benar -benar lelah zayn". zayn membawa kiara pergi menuju kamar, meski tamu undagan masih Ramai. biarlah kedua orang tua mereka yang atur. karena Zayn sendiri juga harus bolak balik mengurus pekerjaan dan pesta pernikhan. " Ma kiara ke kamar dulu, Kiara capek Ma, dari tadi berdiri trus " " Tu liat jeng,, kiara udah gak sabar pgen cepet - cepet malam pertama.siapa tau langsung jadi " Maulida tersenyum mendengar ucapan dari beberapa ibu, tamu undagan. " Ya sudah istirahat lah " Kiara langaung pergi meningalkan Aula resepsi pernikahan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN