kaki jenjang milik kiara segera masuk kedalam butik. ber'aneka gaun pesta pernikahan bisa kiara lihat berjejer rapi disudut ruangan didalam lemari pakaian, atau dikenakan oleh patung manekin.
" emm,, boleh juga " ungkap kiara, yang melihat beberapa model baju yang kini tengah dipegang ditangan nya.
" permisi nona,,! apakah anda sudah ada janji,,? "
kiara mengeleng, dia bahkan baru pertama kali menampakan kakinya dibutik ini. apalagi sebuah janji.
" Baik jika begitu Nona mau pesan gaun untuk apa ,, Biar saya perlihat kan, atau mungkin Nona ingin desain yang anda mau ,,? "
" tidak,,! aku akan menikah sebentar lagi. jadi aku akan memilih gaun yang sudah ada saja "
" jika begitu mari ikut saya "
" baik tapi tungu , saya sedang menunggu calon saya " pegawai itu mengaguk setuju.
setidak nya Kiara harus memberi wajah kepada Zayn didepan orang luar. meski dia membenci lelaki itu hanya dia yang boleh menindas nya, tidak dengan orang lain.
Tuk,,tuk,,,tuk,,
seorang wanita cantik datang membawa beberapa gaun indah dikedua tangannya. wanita cantik itu melirik ke kiara sekilas. dan berjalan kesisi samping ruangan. lalu mengantung semua gaun yang dia pegang kedalam lemari kaca estalase.
" Tolong kau bawa baju ini ke ruang VIP nanti akan ada klien yang datang kemari mencoba pakaian ini "
" Baik Nona kamila " wanita bernama kamila itu menganguk dan berjalan mendekat kearah Kiara.
" Adakah gaun yang ingin kau cari Nona ,,! "
" Aku ,,,
sebelum Kiara selesai menjawab pertayaan.Zayn memasuki pintu depan, dan memotong pembicaran Kiara.
" Maaf kami sudah memesan sebelum nya "
kamila segera menengok kearah pemuda yang berada dipintu masuk butik miliknya.
" zayn kau kah itu "
Kiara bisa melihat tatapan tidak biasa dari wanita yang diketahui bernama kamila tersebut. ' huh dasar ganjen ' batin Kiara kesal. terbedit rasa tidak suka dalam benak kiara melihat tatapan itu.
zayn mengeryit saat melihat wanita didepanya " jadi kau pemilik butik ini"
kamila menganguk dengan penuh semangat.
" selamat " ucap Zayn kepada kamila.
Kiara tidak begitu faham apa maksut dari perkataan Zayn. dan ia tidak peduli akan hal itu. yang dia pedulikan Zayn juga kenal wanita ini, dan mereka berdua tampak akrab.
" masuklah Zayn,, Kenapa kau ada disini , mau perlu apa ,,?"
' dasar wanita bodoh, tentu saja cari gaun pernikahan. masak mau makan kalo datang kebutik ini' batin Kiara ia benar - benar muak dengan wanita sok suci yang bernama kamila ini.
" Aku kesini hanya ingin mengambil gaun yang sudah kupesan "
" gaun Apa ,,? "
" gaun pernikahan, tentu saja memangnya gaun kondagan "
kini yang berbicara bukan Zayn tapi kiara.
" kau,,"
ucapan kamila tesangkut ditengorokan saat Zayn mendekat kearah Kiara dan memeluk pingang ramping milik Kiara.
Kiara yang mendapat perlakuan tersebut sedikit terkejut. pasalnya yang ia tahu Zayn tidak akan pernah melakukan hal ini didepan umum. tapi sekarang,,,?
" kalian saling kenal "
Kiara kini tengah kesal dengan wanita bernama kamila. wanita bodoh mana yang tidak tau jika seorang lelaki merangkul pingul seorang wanita. itu bukan hanya sekedar kenal tapi juga sudah dekat, Apalagi mereka datang kesebuah butik yang menjual gaun pernikahan.
" Dia calon istriku "
" Apaaa ! "
bisa kiara lihat Raut wajah syok milik kamila saat Zayn mengkenalkan nya sebagai calon istri, Kiara merasa banga atas sikap Zayn meski ia tidak pernah mencintai lelaki ini.
" dimana gaun itu,,! oh ayolah pekerjaanku masih banyak, tolong jangan membuang waktu ku "
tentu saja kiara adalah wanita super duper sibuk, dengan segala macam urusan ini dan itu.
dia ingin menikmati semua ini mumpung lagi bisa, jika dia sudah menikah dengan zayn dia tidak menjamin bisa jalan - jalan sesuka hati , bagaimana pun dia butuh Healing biar fikiranya Fres tidak gampang stres.
" kamila ,,!" zayn memandang kearah kamila dengan penuh tanya.
" kemari lah ikut aku "
kamila berjalan kedepan dan kami segera ikut dibelakang.
kami bertiga memasuki sebuah ruagan yang didominasi warna softpink, didalam ruangan ada Kaca yang sangat besar dan ada juga beberapa gaun yang tadi aku lihat, dibawa oleh Kamila.
" ini,," tunjuk kamila ke beberapa gaun yang mungkin dimaksud Zayn tadi.
" Mari aku akan memakaikanya untuk mu, Ayo masuk kedalam "
kamila bersikap profesional,
bagaimana pun kami adalah seorang klien. Kiara segera masuk mengikuti langkah kaki kamila.
Zayn duduk dikursi sofa yang tersedia.dengan sabar menungu calon istri mengunakan gaun pengantin yang akan dia pakai nanti dipesta pernikahan. untuk mengurangi rasa jenuh yang ada. Zayn mengulurkan tangan mengambil salah satu buku yang tergeletak diatas meja. lalu mengulirnya pelan - pelan.
selang beberapa saat pintu gorden yang sangat panjang terbuka dengan lebar. dengan refleks Zayn mendongak. lalu melihat objek dari seorang wanita yang dari tadi dia tunggu.
gadis itu cantik. gaun pengantin berwarna putih melekat indah ditubuh semampai dan seksi. gaun itu seakan memberi nilai plus tersendiri buat kiara.
gaun pengantin dengan kerah V terbuka dibagian belakang. membuat pungung putih mulus milik kiara terpampang dengan sempurna meski belahan itu tidak terlalu kebawah. tetap saja seseorang bisa berandai - andai meski hanya sedikit yang terlihat.
"gantii,,! "
" Hahh,, ! kiara yang masih menatap dirinya kagum dengan balutan gaun pengantin dibuat bingung dengan perkataan Zayn.
" ini cantik,, Kiara suka, ini seakan mampu menonjolkan sosok ku yang sempurna, kau lihat "
kiara kini tengah berputar didepan cermin. mencoba membuat Zayn terpukau akan bentuk tubuh seksi miliknya. saat dia tahu maksud dari perkataan zayn tadi. untuk menganti gaun pernikahan.
" itu terlalu terbuka kiara, aku tidak suka, jika kau masih ingin mengunakan nya aku tak keberatan merobek gaun itu sekarang "
Seiring perkataan Zayn pemuda itu segera berdiri dan berjalan kedepan Kiara.
" kau,,! "
kiara reflek mundur kebelakang saat zayn menghampiri dirinya." enak saja,,! aku sudah mau kau ajak kesini dan bersedia menikah denganmu,, dan sekarang kau ingin merobek gaun kesukaanku, kau egois sekali Zayn "
zayn seakan kaku melihat raut wajah kiara saat sedih, dia mencoba menekan hasrat amarah dihatinya.
" Baiklah,, kau bisa tetap mengunakanya "
wajah kiara yang tadi sedih kini langsung gembira, " be,,
belum sempat kiara menangapi , Zayn memotong ucapan kiara. dan berbalik melihat kamila disebelah kiara.
" kamila,, aku ingin kau menutupi bagian pungung yang terbuka ,,"
" ehh,, kenapa ini bagus,, apanya yang terbuka,, aku terbiasa mengunakan yang lebih terbuka dari ini di Swedia "
zayn langsung melotot kearah kiara.
nyali kiara yang tadi 100% kini mendadak menciut melihat tatapan Zayn yang hampir mengulitinya hidup- hidup.
" ini Indonesia kiara kita punya adab dalam berpakaian "
zayn sebetulnya tak ingin kiara, berpakaian sedikit terbuka, bagi nya itu hanya alasan ia tak mau miliknya dilihat oleh orang lain. hanya dia Zayn yang bisa melihat.
" Baiklah ,, aku akan menutupinya "
tanpa banyak bicara kamila setuju, seolah ia tahu sifat zayn seperti apa.