Bab 2

1034 Kata
Hawa terasa sangat panas menyengat, ditambah lagi kota jakarta metropolitan ini dengan banyak asap knalpot kendaraan dimana - mana, lengkap sudah super komplit penderitaan yang dirasakan kiara. Saat ini dia tengah antri membeli sebuah es krim yang sangat mengugah selera dihari yang panas, dan hawa yang panas. " ya tuhan harus sampai jam berapa ini , benar - benar sangat mengesalkan " Dumelan dan kesabaran kiara kini tengah diuji hanya gara - gara sekotak es krim yang legendaris. " kiaraaaaaa,,," Kiara menutup telinga nya rapat -rapat, saat suara sahabatnya itu tepat berada disamping telinga nya. "Bisa tidak jagan teriak disamping telingaku, gendang nya bisa cebol gara - gara suara cempreng mu itu " " hehehe maaf,,! Habis aku terlalu bersemangat, gimana sudah dapet es krim Baskin Robins nya, hem aku sudah tidak sabar ini Ki,,! " " iya ini baru Antri " " Nona silahkan , mau pilih yang mana " ucap seorang pegawai yang menjual es krim. " ini sama yang ini dan yang ,,,, ini " Dengan sangat cekatan pegawai itu menskop es krim dengan berbagai rasa. " kalo anda Nona " tanya pegawai itu kepada kiara. " saya Trippel scoop ya kak " Beberapa saat kemudian kedua gadis itu keluar dengan membawa es krim ditangan mereka masing -masing. " Ahh,, nikmat nya,, emang nya cuaca panas gini tuh enak nya makan es krim, seperti padang pasir kekeringan tersiram Air hujan, eh Ki ,,! Sering - sering traktir melani es krim ya " gadis bernama melani itu kini tengah bergelanyut manja dilengan kiara. " itu sieh mau nya kamu dasar,, ! " " ki enak kali ya, jika dimasa depan punya pabrik es krim sendiri , aku mau cari suami yang tajir ah,, biar bisa buat pabrik Es krim" cerocos melani sambil terus menyuapkan Es krim kedalam mulut. Mendadak Kiara ingat apa yang dibicarakan Ayah nya beberapa hari yang lalu, untuk dia segera menikah dengan zayn, ' Ah zayn ya,, jagankan punya pabrik Es krim, membeli Es krim setiap hari saja ia ragu apakah lelaki itu mau menuruti nya. Mereka berdua berjalan kearah jalan raya yang ada didepan sambil asyik mengobrol tanpa melihat kekiri dan kekanan, tanpa mereka berdua sadari ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang kearah mereka. " hei awas kalian berdua " seseoarang berteriak nyaring seolah memberi mereka peringatan. Ciiittttttt Suara ban mobil yang bergesekan dengan jalan Aspal terdengar nyaring ditelinga, mobil berhenti mendadak dan berjarak 5 centi dari tubuh Keira. Plupp Es krim yang sudah susah payah Kiara Antri selama kurang lebih 10 menit sekarang jatuh tepat diatas kap mesin mobil, akibat Keira terlalu shok dan melepaskan gengaman pada es krim nya. " kii,, kiara ! Apakah kita masih hidup" suara melani sedikit bergetar, dan tanganya secara refleks meraba - raba disekitar tubuh dan wajah. " kii ,," tak mendapati jawaban kiara melani menoleh " kiara ,," melani meraih tangan kiara dan mengoncang nya pelan, " huff " kiara menghela nafas pelan mencoba menenangkan jantung nya yang masih berdetak dengan cepat. Brakk Kiara mengebrak kap mobil yang hampir saja merengut nyawa nya dan melani. " keluar kamu " Seorang pemuda seumuran kiara turun dari dalam mobil, dengan wajah tanpa rasa bersalah sedikit pun. " hei Lo kira ini jalan milik nenek moyang Lo apa,, seenak nya saja main nyelonong " " hehehe Maaf Nona aku tidak sengaja kau,, " Apa enak saja bilang tak sengaja, aku bisa saja mati gara - gara kata tak sengajamu itu " bentak kiara memotong pembicaraan lelaki didepanya yang belum selesai berbicara. " dan kau lihat " kiara menunjuk es krim milik nya yang tergeletak tak berdaya " Aku dengan susah payah mengantri nya , gara - gara kamu aku sedah tidak bisa menikmatinya " Lelaki itu bingung harus bilang apa "emm,, baiklah karena aku hampir menabrakmu aku akan menganti Es mu Nona " lekaki itu langsung masuk kembali lagi kedalam mobil dan mengambil dompet nya. " ini Nona " lelaki itu mengambil beberapa lembar uang 100ribuan dan menyerahkan kepada kiara. "Kamu kira aku membutuhkan uang mu " kiara sangat marah pada lelaki didepanya. " lalu ,,! " pemuda itu bingung " kau lihat wajahku " kiara langsung mengangkat wajah nya kedepan lelaki didepan nya . Lelaki itu menatap keira lamat - lamat, gadis didepanya sangat cantik wajah oval alis panjang dengan netra mata yang agak kecoklatan ditambah bulu mata itu sangat lentik tanpa mengunakan bulu mata palsu seperti gadis kebanyakan, dengan bibir yang penuh, mungkin sangat nikmat jika ia bisa mengigit nya. " cantik " kata itu lolos dari bibir lelaki itu sesudah ia mengangumi wajah gadis didepanya. " Apa kamu bilang " Keira mendekat kan telinga kearah pemuda itu. " kau sangat cantik " kemudian lelaki itu mengulangi kata yang sama. " Hei,, tanpa kau bilang aku cantik, dari dulu aku memang sudah cantik" puji kiara untuk dirinya sendiri. " tapi bukan itu intinya, Apa tampang ku ini seperti orang kekurangan uang hah , enak saja " Tiinnn , tiinnn " hei kalian,,! Kalian menghalangi jalan " teriak orang penguna jalan dari jendela mobil yang ada dibelakang. " cepat mingir" " ya sudah jika kau tidak mau uang Nona cepat menyinkir lah, aku mau lewat. " " kauu,,! " " Ada apa Nona kau tak terima, sebaiknya Nona lihat keatas dahulu sebelum menyalahkan orang " keira masih belum mencerna omongan lelaki itu, tetapi melani yang sadar lalu menoleh dan,,, " Astaga ,, " ucapnya sambil menutupi wajah dan menyeret tangan Anya kepingir jalan, biar tak menghalangi penguna jalan. " aduh melani Apaan sih " " itu lihat " tunjuk melani kearah lambu lalu Lintas. Seketika wajah Kiara kaku, ia malu sangat malu saat melihat dirambu lalu lintas itu menyala lampu hijau, dia ingin sekali mengubur tubuhnya jauh -jauh kedalam bumi. " Daaa Nona Es krim cantik " lelaki itu pergi dengan seringai diwajah, sambil melambaikan tanganya. " melll "kiara benar - benar malu " ya sudah pulang yuk ,," melani menyeret Keira untuk pulang. " Aku pulang ,,! " kiara masuk kedalam rumah, langsung menuju keatas kamar. " Ahh,, " Brukkk Keira menghempaskan tubuh nya diatas kasur empuk di dalam kamar. Bagi nya ini adalah hari terburuk dalam hidup, terlalu menghayati lamunan dia segera memejamkan kedua matanya dan terlelap dalam tidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN