tidak suka karena aku janda
nama ku Tania asal ku dari kampung di Kalimantan Selatan aku seorang janda beranak ..iya itulah aku
suatu ketika ketika aku lagi nga ada kerjaan di rumah ibuku aku lihat" medsos kata orang kota ya disitulah awal aku kenal suami aku asal Banjarmasin itu.
waktu terus berjalan kami pun semakin dekat walaupun cuma bisa chat dan video call dia pun tau bahwa aku janda punya anak satu dan dia tidak masalah tentang itu ,,selama 3 bulan berteman akhirnya dia menyatakan cinta nya awal" aku masih ragu buat Nerima dia karna dia orang kota juga anak laki-laki satu-satunya dari orang tua nya tapi dia selalu meyakinkan aku bahwa keluarganya tidak masalah dengan status ku itu.
kami pun resmi menjalin hubungan pacaran dan dia bilang serius sama aku,dan aku pun begitu.
hubungan kami pun terbilang tidak pernah berantem..
lama" dia bilang mau nemuin aku di rumah orang tua ku buat ngelamar aku pun setuju saja dan sebulan setelah nya datang lah kekasih ku itu seorang diri buat melamar dan bicara serius dengan ibu ku.
dan di putuskan kami menikah setengah bulan lagi dalam pikiran ku ko seperti tergesa gesa..
aku pun bertanya di mana mas orang tuamu dia bilang ibu nya sibuk jualan dan ayah nya kerja di kapal nga bisa pulang terpaksa dia seorang diri buat ngelamar aku karna dia laki" itu pun tak masalah.
kami pun menikah sangat sederhana tanpa ad cincin dan selamatan dia cuma bawa uang satu juta buat ijab kabul dan Alhamdulillah kami sudah sah jadi suami istri...
aku selalu Nerima dia apa adanya kalau sudah cinta begitulah ya.
setelah satu Minggu menikah aku pun di boyong ke kota ikut suami karna kerja nya nga bisa di tinggal lama" katanya,.
setelah sampai di rumah orang tua suami ku aku di sambut dengan baik ternyata di rumah nya cuma dan 2adik,1Kaka dan ibu nya karena ayah nya belum pulang,,.
ternyata orang di rumah sini semua kerja cuma aku yang diam di rumah semua berangkat pagi pulang malam.
sebulan tinggal bersama mertua ternyata ad yang berubah adik nya selalu marah" katanya kami cuma numpang nga bisa ringanin beban malah nambah beban..selalu seperti itu dan itu sering aku dengar..
aku putuskan buat ngajak suami cari kontrakan dan dia pun mau karna aku sungguh tidak betah tinggal bersama seperti ini selalu ad yang di ributkan..malam sebelum pindah aku dengar ibu mertua ngobrol di dapur dengar ipar" ku mereka katain aku nga ada gunanya lah nga bisa kerja, beban suami mana janda..
sungguh sakit hati ini sedangkan aku sudah jujur dengan suami ku kalo aku tu memang janda dan anak aku ikut bapa nxa, apakah janda serendah itu di mata mereka.