Setelah beberapa saat hening, akhirnya Faya mau mengatakan apa penyakitnya. "Ada tumor di otakku, mbak!" Jawaban Faya membuat Audrey terdiam. "A—apa tumor?" Audrey terkejut. "Tapi ini bukan tumor ganas, tumor jinak, sebenarnya ada hal lain yang masih aku tutupi!" ucap Faya seraya menundukkan kepalanya dan memasang tatapan sendu. "Apa itu, Dek?" tanya Audrey pada Faya. "Selama beberapa bulan ini Faya hanya memiliki satu ginj*l saja!" jawab Faya. "Satu ginj*l? Maksudnya?" tanya Audrey pada adik iparnya. "Kakek tiriku di Korea telah menipuku dan menjual ginj*lku!" jawaban Faya yang terakhir ini membuat Audrey sangat terkejut hingga ia beranjak dari duduknya. "Enggak! Untuk masalah penyakit tumor ini mbak bisa menutupinya, tapi untuk yang satu ini mbak nggak bisa! Ini kejahatan, Faya!"

