bc

Jodoh Untuk Dewa

book_age18+
1.4K
IKUTI
8.0K
BACA
family
love after marriage
fated
drama
comedy
sweet
icy
first love
twink
polygamy
like
intro-logo
Uraian

Menikah dengan wanita pilihan orang tua, bukanlah impiannya. Dewa bermimpi agar dia bisa menikah dengan wanita pilihannya sendiri, meski mereka beda agama. Namun, siapa sangka jika Dewa memiliki dendam pada gadis yang dijodohkan oleh orang tuanya. Dewa percaya bahwa ayah dari wanita itu yang menjadi penyebab kematian kakaknya sendiri dan membuat wanita itu menderita di dalam pernikahannya.

Dewa tak tahu jika ia telah menyakiti wanita yang salah dan melindungi gadis yang ternyata berhubungan dengan kematian kakaknya.

Penasaran? Jangan lupa mampir yah. Tekan love nya, itu oke!

chap-preview
Pratinjau gratis
Mata Sipit dan Mata Elang
Lonceng berbunyi, sebagian siswa menuju ke dalam kafe seberang sekolah untuk memenuhi panggilan sumatera tengah. Tiga orang siswi cantik keturunan Tionghoa masuk ke sana, membuat beberapa pasang mata refleks menatap ke arah mereka.  “Waahh! Dia Krista, kan?” ucap seorang pria berparas tampan dengan rambut berantakan, tampilan urak-urakan, memandang salah satu dari mereka tanpa berkedip. Pria tampan penuh trik, sejuta keanehan dan sering membuat kerusuhan, sang pemeran utama, Dewa Permata Angkasa. Panggil saja dia “Dewa”. Bukan Dewa seperti serial Indihe, ya! Kedua mata Dewa tak lepas dari seorang gadis berseragam putih abu dengan jepit kupu-kupu dirambutnya. Gadis yang baru saja memasuki kafe tersebut kini sedang berdiri di depan kasir, memesan minuman. “Siapa, sih?” tanya Danu, sosok pria lain ikut tertarik dan membalikkan badannya untuk melihat jelas sosok gadis bernama Krista itu. “Ahhh, si mata sipit,” sahutnya sembari menarik es capucino kehadapannya. “Lo kenal dia, beb?” tanya Dewa antusias. “Ya ampun. Kita satu sekolah sama dia, kan?” lanjut Dewa baru menyadari seragam yang dia kenakan dengan seragam yang dipakai gadis itu sama. “Preet, cuih. Gue normal, woy.” Danu, pria yang saat ini bersama Dewa bergidik ngeri dipanggil dengan sebutan itu. Dewa nyengir tak berdosa. Pria itu mendekatkan tubuhnya ke Danu, membuat pria hitam manis itu menjauhkan tubuhnya. “Ngapain, lo. Sana jauh-jauh dari gue,” usirnya dengan mengibaskan tangan ke arah Dewa. “Gue rasa dia itu jodoh yang dikirim Tuhan untuk hamba-Nya yang tak berdaya ini. ”Bisiknya pelan. Wajah Dewa memelas seperti kurang makan. Danu menatapnya tajam. “Menjauh dari gue,” bentaknya. Dewa menuruti perintah Danu, dari pada dirinya habis dijadikan kalio oleh pria berdarah minang itu. Danu melipat kedua tangannya, ditaruh di depan d**a. Danu menatap sosok Krista itu lagi, kemudian matanya beralih pada sahabatnya, Dewa. “Lo bilang dia jodoh yang dikirim Tuhan untuk, lo? Sadar woy, dia kristen, lo muslim. Kalian nggak bisa bersatu,” ungkap Danu. Dewa membuka mulutnya, seolah pria itu takjub dengan penuturan Danu bin Slamet ini. “Efek kelamaan jomblo, sih, ngomongnya ngelantur begini. Dia itu teman sekelas gue, masa lo nggak tahu,” lanjutnya lagi.   Dewa tersenyum licik. “Beb, gue pernah cerita ke lo soal gadis yang muncul dari balik pintu gereja itu, kan? Waktu zaman SMP dulu!”  “Sekali lagi lo panggil gue gitu, gue tabok muka lo biar tambah hancur.” Geram Danu. Kini giliran Dewa menatap pria itu tajam. “Nggak boleh ngomong gitu sama Dewa, nanti Dewa laporin ke buk Nana. Danu mau dihukum sama guru itu,” ucapnya sok manja. “Astaga.” Danu menepuk jidatnya keras. Pria itu tak menyangka, jika sahabatnya bisa berubah menjadi alay begini. “Terus, mau lo, apa?” tanyanya kemudian. Dewa meraih ponselnya dengan cepat, kemudian mengarahkan pada Danu. “Minta nomornya Krista, dong?”  “Gue nggak punya,” jawab Danu cepat. Dewa menarik kembali tangannya, menatap Danu penuh curiga. “Masa teman sekelas nggak punya nomornya?” “Serius, Wa. Gue nggak punya. Kenapa nggak lo minta sendiri ke orangnya!” saran Danu. Dewa tampak memikirkan sesuatu, “Benar juga ide lo. Bentar, ya. Siganteng Dewa mau nyamperin mata sipit dulu.” Dewa bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan dengan percaya diri ke arah Krista dan teman-temannya yang sedang duduk di tempat tunggu pemesanan. Dewa menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia berdiri di depan Krista yang masih belum menyadari kehadirannya. Dewa mengembangkan kedua sudut bibirnya, melihat wajah Krista dari dekat saja sudah membuat jantungnya berdetak tak karuan. “Neng, cantik. Boleh minta nomornya?” tanya Dewa sembari menyodorkan ponsel ke Krista. Krista mendongakkan kepala, menatap pria di depannya dengan bingung.    “Minta nomornya, dong, cantik!” pinta Dewa sekali lagi. Krista mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, raut wajah gadis itu berubah sedikit ngeri. Dibenaknya mulai muncul berbagai pertanyaan. Siapa pria aneh yang berdiri dihadapannya ini? Apa dia pernah bertemu dengannya? Tampilannya saja nggak karuan. Rambut berantakan, baju yang berada diluar celana, nggak ada lambang osis, maupun lambang sekolah, name taq juga nggak ada. Sekolah di mana pria ini?  “Who are you?” tanya Krista dingin. Suaranya terdengar begitu manis ditelinga Dewa. Jantung Dewa mendadak lemah, hanya kata itu saja, sudah membuat pria itu tertegun dengan iler meleleh mengenai bajunya. Dewa dengan cepat menyadarkan diri, mengelap tetesan iler itu dimulutnya. “Kenalin, nama abang Dewa Permata Angkasa. Pria tampan dari kelas X IPS3, panggil aja bang Dewa, atau uda Dewa, atau bisa dipanggil beb Dewa.” “Hah?” Krista mengerutkan keningnya, kedua sahabatnya menatap Dewa dengan tatapan aneh. “Boleh minta nomornya, nggak? Kata pak ustad, kita itu nggak boleh pelit sama orang ganteng, nanti malah jatuh cinta, loh,” ujarnya tersenyum. “Nggak mau,” jawab Krista enteng. Dewa mendesis kesal. “Ya, udah. Kalau gitu, minta nomor w******p atau akun sosmednya, dong! Biar babang Dewa tahu kegiatan neng Krista apa saja!” pinta Dewa tak menyerah. “Ogah.” Krista memalingkan pandangannya, agar pria bermata elang itu tak membuatnya tambah stres. “Uminya Dewa bilang, kalau orang ngomong itu, ya harus dilihat matanya. Nggak sopan kalau memalingkan muka, apalagi berpaling dari pandangan bang Dewa. Nanti kalau bang Dewa berpaling, neng malah sakit hati,” ujarnya kepedean. Krista terdiam, dirinya nggak pernah menyangka akan bertemu dengan pria aneh seperti Dewa. Biasanya di sekolah, pria yang mengejarnya malah nggak berani senekat ini. Krista menghela napas berat, kemudian berdiri dari tempat duduknya. “Loh, kok malah pergi. Nggak baik ninggalin orang ganteng sendirian. Neng Krista.” Teriaknya lantang, membuat pengunjung kafe memperhatikannya dengan tatapan bingung, begitu pun dengan Danu, pria itu menyembunyikan wajahnya di balik tangan yang dilipat di atas meja agar Krista tak tahu jika pria aneh ini adalah sahabatnya. Krista tak memedulikan Dewa, ia berjalan melewati pria itu begitu saja setelah mengambil pesanannya yang telah jadi, kemudian beranjak keluar dari kafe tersebut.  Dewa menunjukkan raut kesal, kedua tangannya berkacak pinggang. “Liat ya nanti. Babang Dewa nggak akan menyerah untuk dapetin nomornya neng Krista. Bang Dewa akan berusaha sekuat tenaga, karena Bang Dewa yakin, neng Krista itu jodoh yang dikirim Tuhan untuk hamba-Nya yang lemah ini,” ujarnya lagi.  “Ya Tuhan, berikanlah Bang Dewa ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Bang Dewa tahu, neng Krista sebenarnya terpana melihat ketampanan yang Engkau anugerahkan untuk bang Dewa. Hanya saja, neng Krista nggak mau mengakuinya. Tapi, bang Dewa nggak akan menyerah, Dewa Permata Angkasa akan terus mengejar neng Krista yang sipit untuk mau jadi istri bang Dewa. Uppsss, pacar maksudnya,” ucapnya cengengesan menatap langit-langit kafe yang dihiasi dengan lampu kerlip-kerlip.   

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Pengganti

read
304.1K
bc

Noda Masa Lalu

read
205.8K
bc

Undesirable Baby (Tamat)

read
1.1M
bc

Bukan Calon Kakak Ipar

read
146.6K
bc

Accidentally Married

read
110.3K
bc

Sacred Lotus [Indonesia]

read
54.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook