Pagi ini, Dewa berangkat sekolah seperti biasa, setelah menikmati sarapan pagi bersama Abi dan juga Restu. Wajah Dewa terlihat segar, ia sangat bahagia hari ini meski Umi nya telah berpulang kemarin. Dewa turun dari motor dan meletakkan helem di kaca spion. Ia sudah merasa gerah dan rambutnya berantakan karena benda itu. Dewa kemudian meraih sisir di saku celana dan merapikan rambutnya. “Cie, tampan banget,” ucap Beno dan Musfiq yang muncul tepat di belakangnya. Dewa menoleh. Beno dan Musfiq tengah tersenyum ceria padanya, Dewa hanya membalas dengan senyuman kecil. “Tumben datang pagi, apa kalian tidak mengerjakan PR?” tanya Dewa kemudian. “Justru itu kami datang awal. Bagi contekan, dong,” bujuk Beno yang diikuti anggukan Musfiq. Dewa tertunduk sesaat, kemudian dia kembali menatap k

