Setelah menyelesaikan tiga orang musuhnya, Aro dan Sam dihadapkan dengan dua jalur. Saat itu, insting liar menuntun laki-laki kekar itu, untuk kesatu arah yang jauh dari cahaya. Sam menarik bibir kanannya (tersenyum simpul). Ia tampak begitu kagum dengan sosok Aro yang selalu tepat dalam mengambil keputusan. Baginya, banyak sekali orang hebat di dunia ini. Tapi sedikit sekali yang mampu membaca petunjuk dari kebiasaan dan benda mati. Menurutnya, Arogan adalah salah satu manusia langka tersebut. "Di gang depan, ada seseorang yang berjaga. Bersiaplah!" kata Sam yang berada di belakang Aro. "Sepertinya ia tengah merokok," timpalnya terdengar yakin. Awalnya, Aro tidak terlalu percaya dan terus bergerak hati-hati. Walaupun si tua, selalu mengatakan bahwa keadaan aman hingga ke gang berikutn

