Setibanya di kamar yang Aro targetkan, ternyata Jack Williams tidak berada di dalamnya. Namun, ada seseorang yang membuat Aro semakin yakin bahwa Jack memang sudah dekat. "Tidak disangka kamu bisa bergerak sejauh ini?" Jarky berdiri sambil bertepuk tangan. "Kamu memang senjata terbaik milik tuan Jack, tapi ... bukan berarti kamu yang tercanggih." "Di mana dia?" tanya Aro dingin. "Saya tidak ingin menyakiti kamu." "Sombong." Jarky berjalan mendekati Aro, seraya membuka baju dan memperlihatkan otot-otot kejam miliknya. "Langkahi dulu mayat saya!" ucap Jarky yang langsung menyerang dari samping, tetapi Aro mampu mengelak dengan baik. "Tidak semudah itu," kata Aro yang sudah terbiasa untuk terus siaga dalam menghadapi situasi apa pun. "Jangan meremehkan saya!" pekik Aro yang memberikan ten

