Kedatangan Fani yang tiba-tiba membuat geger satu rumah. Begitu sampai di depan pintu, Mbak Miati selaku pembantunya berkacak pinggang melihat Fani menenteng koper dengan beberapa barang bawaan yang masih diangkut Dave. Mbak Miati melotot tajam begitu melihat penampilan Fani yang sudah mirip dengan orang yang diusir dari rumah majikan. "Ini pasti diusir suami karena suka nyari gara-gara, iya, kan, Non?" cerocos Mbak Miati tanpa tahu apa yang tengah terjadi. Begitu Fani mengangkat wajahnya, barulah wanita itu terbungkam melihat kedua mata bengep Fani yang besar-besar, bukan main. Malah masih merah, ini pasti urusan penting sampai bisa membuat gadis yang tangguh, tahan banting macam Fani bisa sampai menangis seperti ini. "Aduh, Non, makanya atuh, jangan nakal kalo diluar, apalagi kalo uda

