Patahnya Tulang Rusuk

2402 Kata

"Siapa itu, Ga?" Ayah menunjuk Helena dengan dagunya, dua pria itu tengah berbincang setelah lama tak berjumpa. Ayah memang sosok pendiam namun perhatian, kelihatan kejam namun penyayang, lebih dari itu ayah bukan orang yang main-main dengan segala urusan. Yoga menoleh, menatap Helena dengan ragu lalu kembali menatap ayah di depannya. "Cuma sekretaris ku, Yah, nggak lebih," jawabnya singkat. Pria tua itu terkekeh kecil. "Putra Ayah sudah besar ya rupanya, tapi bukan buat berbohong urusan begini. Dari tatapanmu, Ayah tau dia bukan orang biasa buat kamu." Selamanya Yoga akan mengutuk orang yang bisa membaca pikiran, orang yang paham akan dirinya, dan orang yang sangat jeli layaknya Ayah. Ia tak akan pernah bisa berkelit dari pertanyaan terlebih dari sosok Ayah yang diseganinya sejak dulu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN