Helena terhenyak. Sesuatu dalam diri Yoga sudah terpampang di depannya. My God! gadis itu panik. Benar-benar panik saat Yoga sudah memposisikan dirinya. Mengecup perut Helena lembut. "Tunggu, Ga!" cegah Helena. Gadis itu menatap Yoga dengan tatapan lembut, berusaha mencegah dan menolak akan hadirnya diri Yoga dalam dirinya. "Kenapa?" tanya Yoga lirih. Dibelainya wajah pria itu dengan lembut, Yoga menangkap tangan Helena. Mencoba untuk bertanya mengapa gadis itu menolak disaat ia akan mengabulkan apa yang diinginkan Helena. Gairah yang terpuaskan. "Jangan sekarang ya, kamu masih punya Fani, aku nggak ingin dikatakan cewek nggak punya harga diri atau dibilang l***e," ucap Helena sedikit ragu. Yoga tertegun. Sekali lagi, ini adalah perbedaan antara Fani dan Helena. Fani memang berhati

