Melepas dengan Ikhlas

2614 Kata

"Ga, itu elo?" Langkah kaki Yoga seketika terhenti. Jantungnya berdegup keras, suara lemah itu membuatnya tertegun. Ia membalikkan badannya dan mendapati Fani menatap lurus ke arah dinding, bukan ke arahnya. Ia segera berbalik cepat menghampiri Fani, Radit menggenggam erat tangan Fani. "Sayang, kamu bisa liat aku?" Radit memiringkan wajahnya tepat di depan fokus mata Fani. Gadis itu tersenyum, memusatkan pandangannya ke arah Radit, ia membelai pipi Radit lemah. "Makasih, Dit." Radit menggenggam tangan Fani yang terasa panas di kulitnya, ia mencium lama kemudian menurunkan tangan gadis itu. "Makasih juga udah bangun." Yoga tertegun. Mungkin, ia salah mendengar namanya dipanggil saat gadis itu siuman, tapi untuk kebodohan yang masih dilakukannya saat ini. Justru Yoga tetap melihat bagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN