"Alvan, Alvin, Araa, ini jam berapa cepetan mandi, astaga!" semprot Fani begitu melihat ketiga anaknya masih bersitegang dengan permainan di ruang tengah. "Bentaaarr, Alvin nunggu Kak Alvan selesai main tentara-tentaraan dulu, Ma," seru Alvin kalem. "Ya ngapain nunggu aku selesai, aku berani mandi sendiri," ketus Alvan yang tidak ingin terus-terusan diikuti oleh adiknya itu. "Ya udah kalo gitu, aku barengan sama Ara aja," kata Alvin masih kalem, kali ini ia melimpahkan harapannya pada Ara, adiknya yang paling imut. Ara melirik Alvin tajam, ia kembali memainkan boneka di tangannya kembali. "Kak Alvin kan udah gede, ya mandi sendirilah, Ara mau mandi sama Kak Alvan nanti aja," tolak Ara nggak kalah sinis. Merasa ditolak sana-sini, Alvin merengutkan bibirnya merasa tidak ada yang mau den
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


