Yoga menunduk, menggesek-gesekkan sepatunya ke lantai dengan penuh keraguan, ada sorot tak yakin saat ia turun dari mobilnya, melihat beberapa paviliun yang tenang. Tampak seperti taman kanak-kanak namun berisi semua orang yang gangguan jiwa. Berbicara sendiri, menangis, melamun, dan tersenyum. Dave yang paling enggan untuk ke sini. Selain karena menemui Helena, ia juga tak sanggup melewati beberapa petak paviliun lain yang kerap terlihat lebih horor dengan penghuninya. Yoga mendecakkan lidahnya kesal. "Lo kalo jalan cepet bisa nggak?" "Gue nggak tegaan orangnya. Makanya gue jalan sambil liat-liat gimana keadaan mereka." Yoga melengos. "Mau lo liatin sampe bengep juga nggak bakal tau gimana perkembangan mereka. Lo bukan dokter, jadi percuma. Mending sekarang jalan cepet ke ruangan Hele

