Bab 57: Yuri siuman "Kamu sudah siuman Lira?" tanyanya terkejut melihat diriku. Ku pikir ... Akh sudahlah. Aku mengangguk. Sulit rasanya menghadapi situasi seperti ini. Situasi yang sulit dijelaskan atau di perjuangkan. "Syukurlah," ucapnya tulus. "Sayang, kamu lihat, Lira teman kamu sudah siuman. Kamu cepat siuman juga ya," pria itu menyemangati istrinya. Mengelus pucuk kepala Non Yuri dengan penuh kasih. Hatiku tercubit. Aku menatap nanar pada Tuan Felix. Mengapa aku terasa asing dengannya. Seolah semuanya tak pernah terjadi. Dan hanya aku disini yang merasakannya. "Lira, duduklah," ucapnya membangunkan lamunanku, ia memberikan kursi padaku. Entah sejak kapan kursi itu diberikannya padaku. "Biar gak pegal, kamu pasti belum sepenuhnya sehat," imbuhnya lagi. Lagi-lagi hanya angg

