"Saat cinta dan hati jadi satu maka hanya ada rasa nyaman yang bisa di rasakan"
****
Tak terasa sudah seminggu lamanya SMA Gis melaksanakan kegiatan MOS, yang di selenggarakan oleh anggota OSIS,hari ini pun sudah di laksanakan kegiatan seperti biasanya.
Seperti biasa, hari ini Azil pergi menggunakan mobil kesayangannya dan karena Nova belum di perbolehkan menggunakan mobil ,alhasil mau tidak mau harus ikut bersama kakaknya.
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka setelah keluar dari mobil,
Azil-pun sudah biasa menjadi perhatian semua orang, ya karna Azil merupakan salah satu siswi paling cantik selain cantik Azil juga tergolong murid yang pintar.
Setelah berjalan melewati koridor panjang dan berpisah dengan Nova, ahirnya Azil sampai di kelasnya ,kelas Ipa 1 bisa di bilang menjadi kelas yang berisi orang orang pintar,namun tidak semua.
"Woyyyy apa kabar efribadehhhhh," teriak Azil di depan pintu kelas.
"Woy Azil suara lo toa banget sih," kesal Alwan yang kaget dengan teriakan Azil.
"Tau lo ,masih pagi juga. Sakit nih kuping aa ganteng," teriak Ojan dari bangku belakang.
"Aa ganteng palalo bejendol," teriak Irzan.
"Heheh hilaf," ucap Azil sembari masuk ke dalam kelas dan menjatuhkan b****g ke bangku miliknya.
"Wehhh tuben tumbenan lo kagak telat Zil?," ucap Namira yang duduk di depan meja Azil.
"Iya lah, adek gw kan sekolah di sini, jadi kagak muter muter lagi," ucap Azil.
"Eh btw ,denger denger si Iqbaal putus lo sama si Zidny," ucap Dianty ikut nimbrung.
"Wah nambah satu lagi tuh mantanya si Qobal."
"Wah parah tuh anak koleksi mantan mulu, kamu nggak Dant?," ucap Azil sembari menyenggol lengan Dianty.
"Wah apa kabar sama lo ndiri Azil, lo kan juga mantanya malah duluan lo kan," ucap Dianty sembari tertawa setelah melihat raut wajah Azil yang nampak kesal.
"Gahaha gw lupa lu Berdua kan mantannya si Qobal, Kapan Adain kek mit-up bareng SEMUA mantannya Iqbaal yang lain?, Wahaha," ucap Namira sembari ketawa dan alhasil mendapatkan jitakan dari Dianty dan Azil
"Aww sakit ogeb," ringis Namira sembari memgusap kepalanya.
"Bodok," Jawab Azil dan Dianty bersamaan.
"Eh Nam, si Salsha, Maura sama Epuy kemana? ,Kagak keliatan," ucap Dianty sembari melihat kanan kiri.
"Kantin kalik, bilangnya diet mau kurus tapi makan mulu," jawab Namira.
"Eh Zil,biasanya kalo si Iqbaal habis putus begini, suka ngajak lo baliakan kan?," ucap Dianty.
"Eh iya tuh, biasa tuh anak belum bisa move on dari si Azil," ledek Namira membuat Azil mendengus sebal.
"Apasih lo bedua ,enggak mungkin si Qobal ngajak balikan," kesal Azil dengan ucapan Dianty.
"Siapa yang tau gitu, ya enggak Dant," ejek Namira lagi.
"Inget nggak?,waktu putus sama si Bella aja ,selang satu jam ngajak lo balikan, padahal lo sama dia udah dua tahun putus hahah," ejek Dianty di sertai tawanya yang menggelegar.
" Tapi, kayaknya kali ini enggak mungkin deh, kalo si Iqbaal ngajak gw balikan, "ucap Azil sembari fokus ke layar hpnya.
"Oke kita taruhan"
"Oke siapa takut, gw tebak si Iqbaal enggak bakal ngajak gw balikan," ucap Azil yakin.
"Oke gw sama Dianty nebak kalo Iqbaal bakal ngajak elo balikan lagi," ucap Namira di angguki oleh Dianty pertanda setuju.
Setelah beberapa menit datanglah si pasukan mau kurus tapi hoby makan wahaha alias si Shalsa, Maura dan Steffi.
"Wess lagi ngrumpi apa nih," ucap Shalsa sembari duduk di bangku sebelah Namira di susul Maura dan Steffi yang mengambil bangku lain.
"Ini nih si Iqbaal baru aja putus sama si Zidny,"
"Wahhh si Qobal gonta ganti cewek oy," pekik Shalsa heboh.
"Nggak usah pake toa juga kalik Shal," ucap Steffi.
"Terus terus," tanya Maura sudah kepo tingkat maksimum sembari membenahi duduknya.
"Nah kalian tau kan,kalo setiap si Iqbaal putus pasti ujungnya bakal ngajak si Azil balikan, tapi si Azil enggak sependapat jadi kita taruhan, siapa yang kalah bakal traktir makan bakso sepuasnya," jelas Dianty membuat mata Shalsa, Maura dan Steffi berbinar.
"Wah kalo gitu gw ikut, gw tebak pasti si Iqbaal bakal ngajak balikan," tebak Shalsa.
"Nah gw juga mau, gw sama kaya Shalsa," ucap Maura.
"Gw juga lah sama kayak Shalsa," ucap Steffi.
"Nah berarti 5 lawan 1 nih."
" Terserah kalian lah, gw ngikut,"ucap Azil sembari meletakkan kepalanya di lipatan tangan.
Tak lama terdengar bunyi bel masuk pertanda jam pelajaran akan segera dimulai, setelah 10 menit berlalu tidak ada guru yang masuk ke kelas Ipa 1 ,tak lama datang Iqbaal dan geng yang terdiri dari Ojan, Aldi dan Rafto.
"Wesss sepi amat ni kelas," ujar Ojan sembari duduk dibangkunya.
"Gurunya belum masuk dari tadi, bang Kiki juga belum dateng dari kantor guru," ucap Dianty.
"O pantes sepi," ucap Iqbaal sembari berjalan menuju bangkunya yang terletak di belakang tempat duduk Azil dan Dianty, belum sampai di tempat duduknya Iqbaal berhenti tepat di sebelah Azil.
"Em, pagi Azil?," sapa Iqbaal lembut.
" Pagi."
" Wes cuma Azil nih yang di sapa, "celetuk Dianty kompor.
" Ish lo mah kompor banget sih ."
"Heheh em Zil gw mau ngomong boleh," tanya Iqbaal dengan hati hati.
"Ngomong aja," ucap Azil sembari melihat ke Iqbaal.
"Tapi enggak di sini, em kalo entar jam istirahat di taman bisa kan?."
"Em bisa kok."
"Oke ketemu di taman ya." ucap Iqbaal sembari duduk di bangkunya.
"Cie apa gw bilang,Iqbaal pasti ngajak elo balikan," bisik Dianty ke Azil
"Yakan belum pasti lah mungkin ada hal lain," bisik Azil.
"Nggak mungkin kalau ada hal lain sampe gugup begitu."
"Kami sudah siap makan bakso geratis nih" ucap Namira sembari membalikkan badan ke arah Dianty dan Azil.
" terserah dah,kepala gw pusing,"ucap Azil sembari meletakkan kepalanya di lipatan tangan.
" Kenapa sih Zil lo sakit ,"ucap Dianty sembari memeriksa suhu tubuh Azil yang hanya bisa di jawab gelengan kepala dari Azil.
"Woy kenapa die?," tanya Dianty ke namira dan maura dan hanya di jawab bahu yang di angkat menandakan tidak tau.
****
Bel istirahat pun telah berbunyi semua murit berhambur keluar kelas, ada yang ke kantin untuk mengisi perut atau bertemu sang pujaan hati.
Di tempat inilah dua insan ini bertemu dan berpisah karena hati yang mungkin sudah lelah untuk yang menahan luka.
Di tempat ini cinta bersemi dan ditempat inilah cinta itu hancur.
Di taman ini, semua kenangan yang mungkin ingin disimpan menjadi terbuka.
Di sinilah dua insan yang dulu saling mencintai, tetapi sekarang hanya tinggal cerita sepenggal.
Dia adalah Iqbaal dan Azil, yang hanya terdiam dari beberapa menit yang lalu tanpa ada yang memulai obrolan.
"Em Zil," panggil Iqbaal lembut setelah mengumpulkan keberanian.
"Iya kenapa Bal?," ucap Azil sembari menatap wajah Iqbaal yang sedari tadi menatap ke depan.
"Hufff mungkin udah berkali kali gw ngajak lo balikan, tapi emang nyatanya hati enggak bisa bohong," jeda Iqbaal.
"Oke gw ngerti, kesalahan gw di masalalu mungkin susah untuk di maafin, tapi tolong kasih gw kesempatan lagi untuk tunjukin sama elo kalo gw bener bener sayang dan cinta sama elo," ucap Iqbaal lirih.
"Hah gw udah tau pasti ujungnya mau ngobrolin ini, tapi maaf Baal seperti yang lalu lalu gw belum siap untuk memulai lagi sama elo dan dengan tingkah elo yang bisa di bilang playboy, bikin gw tambah yakin bilang nggak untuk ini semua," ucap Azil begitu saja.
"Oke untuk sekian kali elo jawab enggak, tapi gw bakal terus berusaha walau itu 100 kali sekalipun,gw bakal terus cinta sama lo."
"Plis Baal Terlalu Banyak orang yang elo sakitin, apa dengan macarin banyak cewek bisa bikin gw mau balikan sama elo.enggak kan,jadi apa yang sebenarnya yang mau lo buktiin?, APA ? JAWAB APA?. "
" Gw cuma ... "
" Cuma apa, kalo gini gw sampe kapan pun enggak akan nerima elo Baal, jadi berhenti mainin hati perempuan. "
" Maaf ,"pinta Iqbaal lirih.
"Semoga ini yang terahir kali gw denger elo mainin cewek Baal, kalo enggak gw bakal," jeda Azil.
"Kalo enggak gw ,gw bakal benci elo seumur hidup dan jangan harap bisa temenan lagi sama gw."
"Ik .. iya Azil gw janji bakal lakuin demi elo."
"Gw enggak perlu janji ,gw perlu bukti. kalo enggak ada lagi , gw balik semoga elo emang nepatin," ucap Azil sembari berjalan meninggalkan Iqbaal yang masih duduk di taman.
Di kantin
" Weh si Azil lama oy keburu bel masuk nih. "
" Iya nih mana laper ,"timpal Shalsa.
" Yak tull, "timpal Steffi.
" Elo bertiga mah emang tukang makan ,"ucap Dianty sembari melempar kulit kuaci ke Arah Shalsa.
" Eh tuh si Azil, Zil oyyy sini sini, "panggil Namira yang melihat Azil berdiri di depan pintu kantin.
Azil yang melihat sahabatnya langsung berjalan ke tempat duduk mereka dan lansung duduk di kursi sebelahnya Dianty dan langsung bersandar di tubuh Dianty.
"Gimana Zil?"tanya Shalsa to the point.
"Hufff, ya udah sana gih pesen bakso sesuka kalian."
"Wah makan geratis, kalo gitu gw pesen dulu, eh kalian minumnya apa?," tanya Shalsa antusias.
"Samain aja deh, elo gimana Zil mau makan enggak?," tanya Namira sembari menatap Azil dan di ikuti yang lain.
"Enggak deh, gw lagi enggak nafsu makan, kalian aja yang makan, gw mau air mineral," ucap Azil masih suka posisi semula.
"Oke, tunggu dulu," ucap Shalsa dengan pdnya langsung ngacir ketempat tukang bakso .
"Lo kenapa Zil?,"tanya Dianty hawatir.
"Enggak gw cuma lagi ngerasa enggak enak aja ,enggak tau kenapa," ucap Azil.
"Apa soal Iqbaal ngajak balikan," tanya Steffi.
"Enggak bukan itu, tapi soal lain dan gw enggak tau apa,"
"Udah elo tenang dulu, semuanya akan baik-baik saja aja oke,"ucap Dianty ,jadi Azil lebih dekat ke Dianty dari pada yang lain,temannya juga memaklumi itu Dianty dan Azil memang sudah bersahabat dari kecil.
Tling ..
"Zil suara hp elo tuh" ucap Dianty melepaskan pelukanya dari Azil.
Azil pun langsung merogoh kantong bajunya untuk mengambil hpnya, tertanda ada obrolan masuk dari sang mama.
Mama
,√√kak, sekolah lagi istirahat kan, Mama mau bilang , kalo Opa jatuh sakit waktu sampai di Jakarta tadi pagi.
√√tapi Opa udah di bawa ke rumah sakit cinta kasih, kakak jangan hawatir ya Opa pasti baik baik aja.
®
Hanpone yang Azil pegang pun terjatuh begitu saja di iringi air mata yang jatuh dari pelupuk matanga.
Dianty dan yang lain-pun bingung dan saling melihat hingga ahirnya Steffi mengambil hanpone Azil yang terjatuh di atas meja dan membaca rom obrolan Azil dengan mamanya.
Setelah tau semuanya mereka langsung memeluk Azil yang masih menangis.
Mereka semua tau kalo Azil sangat menyayangi Opanya dan pasti sekarang Azil sangat terpukul dengan kabar yang diberikan oleh mamanya itu.
Perlahan Azil mengusap air matanya dan mengeluarkan uang 100 ribu di atas meja.
"Maaf gais gw mau kerumah sakit, tolong izinin gw ya, Dant gw titip tas ya," ucap Azil sembari meninggalkan sahabatnya yang masih mematung.
"Oke tenang aja," teriak Dianty karna Azil sudah lari menuju parkiran sekolah tidak lupa mengajak Nova untuk ikut kerumah sakit bersamanya.
Tak lama datang Shalsa dengan nampan berisi mangkok bakso.
"Hay gais nih bakso, loh Azil mana?," ucap Shalsa sebari duduk di tempat duduknya.
"Azil pulang, Opanya jatuh sakit," ucap Dianty lirih.
"Apa!,kok bisa," kaget Shalsa.
"Kita juga enggak tau, tiba tiba si Azil dapet kabar dari mamanya kalo opanya sakit," jelas Maura.
"Huh gw enggak jadi nafsu makan," ucap Steffi.
"Ayolah, jangan kaya gini.kalian nggak liat uang 100 ini,Azil aja masih inget buat ninggalin kita uang biar bisa baya baso.kalain nggak inget gimana marahnya Azil kalau tau kalian kaya gini?.."
"Iya Dianty bener, kalo Azil tau kita bakal di cuekin seharian penuh dan akan susah buat mbujuk dia buat maafin kita, kalian inget kan kejadian waktu itu itu dan itu terahir kali kita di cuekin sama Azil dan enggak akan terulang lagi,kalau gitu yuk makan," ucap Namira .
"Slamat makan," ucap semua langsung menyantap bakso di depan mereka.
Tak lama dan jam istirahat pun selesai dan semua murit-pun mulai masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
"Eh kok kalian cuma berlima ,Azil kemana?."
"Si Azil pulang ,mau kerumah sakit," ucap Namira sembari bersandar di pundak Ojan.
"Azil ke rumah sakit siapa yang sakit?," ucap Rafto yang baru bergabung.
Tiba tiba
BRAG ....
"APA AZIL KERUMAH SAKIT, EMANG DIA SAKIT APA," ucap Iqbaal sembari menggebrak meja membuat seisi kelas melihat kearahnya.
"Selo kali pak, bukan Azil yang sakit tapi opanya yang sakit," jelas Dianty.
"Hah alhamdhulillah eh astaugfirullah, terus gimana keadaanya?," ucap Iqbaal dengan nada biasa.
"Kita juga enggak tau gimana keadaanya, tapi kita berlima mau ke rumah sakit habis sekolah, kalo yang cowok cowok mau ikut sekalian aja," tawar Dianty ke Ojan, Rafto, Aldi, Kiky dan Iqbaal.
"Gimana Baal mau ikut nggak."
"Iya Baal kita mah ngikut aja," ucap bang Kiki.
"Oke deh entar habis pulang sekolah kita kesana," putus Iqbaal yang di sambut anggukan oleh anak anak cowok.
"Jadi fiks ya yang cowok ikut semua."
" Oke ,"sahut semuanya .
****
~ erika ~