bc

Pasutri Backstreet (Indonesia)

book_age16+
998
IKUTI
14.3K
BACA
possessive
pregnant
sensitive
student
drama
sweet
like
intro-logo
Uraian

"Saya terima nikah dan kawinnya Azilia Pramudha binti Paramudha dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"

Dengan satu tarikan nafas sang mempelai pria mengucapkan kata ijab qobul dengan lantang.

Dengan ini, berubahlah ikatan di antara mereka.

Yang tadinya hanya dua orang mantan kekasih hari ini telah berubah menjadi sepasang suami istri di usia mereka yang masih muda.

Di umur mereka yang baru menginjak 18 tahun, mereka harus merelakan masa remaja mereka untuk menepati janji dari ke dua keluarga.

Dan keadaan ini lah yang mengharuskan mereka untuk memulai semuanya dari titik 0, sampai ahirnya perasaan yang pernah hilang kembali muncul dan semakin kuat, tapi apa daya mereka hanya bisa menyembunyikan setatus suami dan istri mereka dengan sebuah setatus berpacaran ataupun sebagai seorang sahabat, mereka tidak ingin semua orang tahu apalagi sahabat sahabat mereka.

Lika liku kehidupan berumah tangga sudah mereka lalui.semua hal yang tadinya asing menjadi terbiasa karna selalu bertemu setiap harinya.

Akan kah jalan ini lurus tanpa hambatan atau jalan yang penuh gelombang.

chap-preview
Pratinjau gratis
Awal dari semua
"Hari yang indah di awali dengan senyuman yang tak lelah untuk menerima aliran takdir"                                                                                               **** " Maaf kayaknya emang sampe di sini aja batas kesabaran dan kekutan aku untuk kamu, semoga kamu bisa dapet cewek yang lebih baik dari aku, aku sayang kamu, maafin aku kita sape di sini aja." "Plis aku masih cinta sama kamu, aku janji bakal berubah." "Itu yang  selalu kamu omongin setiap ada masalah, aku cuma butuh bukti dan hati aku udah lelah untuk semua ini" "Kali ini aku akan buktiin sama kamu" "Maaf banget tapi hati aku udah lelah dan mungkin hati aku udah mutusin untuk berhenti, berhenti untuk berjuang sendiri ,trimakasih untuk dua tahun yang sangat berharga, kita putus ya ." "Enggak ,enggak aku enggak mau, aku sayang sama kamu aku cinta sama kamu." "Maaf aku enggak bisa, mungkin emang cuma sampe di sini, kita harus udahan, semoga kamu dapet yang lebih dari aku, aku sayang kamu" Ucapnya lalu pergi meninggalkan taman yang menjadi saksi di mana disatukanya cinta yang bagitu besar dan taman ini juga yang menjadi saksi di mana mereka harus mengahiri semua kisah indah yang mereka lalui bersama selama ini   2 tahun kemudian   Kringggggg bunyi jam weker Dor Dor Dor "Kakak bangun!!," ucapnya sembari terus mengetuk pintu "kak udah siang nanti telat sekolah, kakak," sambungnya lagi dengan terus mengetuk pintu dengan keras. "Iya iya, kakak bangun crewet banget sih," suara sahutan dari kamar. "Buruan kak." "Iya ini otw mandi." "Buruan aku menunggu di meja makan." "Iya." Itu lah suara yang selalu menggema di rumah kediaman keluarga besar Pramudha setiap pagi. pak Pramudha atau sering di panggil pak Pram memiliki istri yang bernama ibu Safira atau sering di panggil ibu Fira mereka memiliki 2 anak Anak pertama mereka ,perempuan bernama Azilia Pramudha dan anak kedua mereka Nova Sam Pramudha. Mereka sama sama sudah ada di bangku Sma ,bedanya Azil sudah ada di bangku kelas 12 sedangkan Nova masih kelas 10. Hari ini adalah hari pertama mereka memulai ajaran baru setelah liburan naik kelas, tentu saja hari pertama bagi Nova sebagai seorang murid Sma.   "Pagi Ma, pagi Pa pagi Nova," sapa Azil sembari menuruni tangga, dan berjalan menuju meja makan. "Pagi kak," sahut semua bersamaan. "Kak gimana, nanti MOS kaka ikut kan?," tanya Nova dengan wajah memelasnya. "Emm gimana ya, kakak males sih sebernernya, gimana dong?," jawab Azil sembari duduk di kursi miliknya. "Yah, ayolah kak pliss, demi adik tercinta kakak ini ," rengek Nova sembari menggoyang goyangkan tangan sang kakak. "Udah turutin aja kemauan adek kamu kak," ucap Mama Fira. "Emm gimana ya, pah menurut Papa gimana?," ucap Azil sembari pura pura berfikir. "Emm kalo Papa sih ya," "Tuh kan Papa Mama aja setuju kak, ya pliss kakak ikut ngurusin MOS ya, kakak kan senior Osis, dulu kakak pernah jadi ketos kan ayolah kak," rengek Nova sembari mengeluarkan wajah memelasnya. "Hah iya nanti kakak ikut." "Yes, makasih kakak ku tersayang," ucap Nova sembari memeluk Azil dari arah samping dan mencium pipi sang kakak. "Iya iya, udah buruan makannya kakak tinggal baru tau kamu." "Iya iya."   **** Lewati sekolah "Kak gimana nih, Nova deg degan," ucap Nova sebelum keluar dari mobil Azil. "Lah ngapa, cuma mau MOS ampe deg degan begitu. Emang mau perang apa." "Bukan masalah MOS nya kak, tapi ononoh di depan ada fanslo mukanya garang garang dah jadi ngeri gw," ucap Nova sembari menunjuk segrombolan pemuda yang jauh dari mobil Azil. " ngapa, cuek aja kalik, tenang aja ada cecan di sini semua terkontrol," sombong Azil sembari mengibaskan rambutnya. "Bukan gitu juga kali kak, nanti kalo mereka salah paham gimana, ngira kalo gw pacar elo, pasti abis muka ganteng gw kak sama mereka," rengek Nova lagi. "Enggak bakalan ada yang berani nyentuh elo dek, ayok buruan udah mau telat nih," ajak Azil sembari keluar mobil. "Yah .... iya iya," pasrah Nova sembari mengambil Azildari belakang. Benar saja ,saat Nova dan Azil berjalan melewati grombolan tadi mereka di hadang oleh salah satu dari mereka. "Hai Azil sama siapa?, cowok baru ya?." "Oh hai Do, enggak ini adek g,w" ucap Azil ramah. "Oo adek lo, hay gw Aldo elo siapa?," ucap Aldo memperkenal kan diri. "Gu .. gw Nova kak," gugup Nova. "Oo ,eh Azil ntar siang ada acara enggak ?, bolehlah ntar siang jalan jalan sama aa Aldo." "Emm maaf ya gw ada urusan, yuk dek keburu masuk," jawab Azil sembari menarik tangan Nova menuju lapangan. "Ah susah banget naklukin tu cewek," kesal Aldo setelah Azil dan Nova hilang di balik belokan. "Sabar kali bos semua butuh proses."   Benar saja di lapangan sudah banyak kelas 10 yang berbaris rapi sesuai kelas masing-masing. Azil dan Nova pun berpisah, Nova masuk barisan dan Azil menghampiri juniornya anak osis kelas11.   "Eh kak Azil, ada apa kak?," sapa Rizal si ketos kelas 11. "Enggak apa apa Zal ,cuma mau liat jalannya MOS aja, enggak papa kan gw ikut ,berhubung gw juga bawa almameter (itu loh jas osis tau kan)" "Oh iya kak enggak apa apa, ini tanda pengenal osis kakak khusus ketos." "Loh enggak usah, lo pake aja gw kan juga udah enggak jadi ketos lagi kan, udeh pensiun hahah," ucap Azil. "Heheh enggak papa kak, ini emang udah di siapin buat senior yang mau ikut mos, biar anak anak kelas 10 bisa bedain" "O ya udah, gw pakek ya eh btw yang angkatan gw yang ikut siapa aja" "Oh yang ikut kak ..." ucap Rizal terpotong oleh seseorang yang datang. "Pagi cintaku," menepuk bahu Azil. "Ish elo lagi ,bisa nggak sih jangan panggil gw pake sebutan itu lagi," kesal Azil dengan orang yang baru saja datang. "Emang kenapa ?.dulu gw juga panggil elo kayak gitu, elo enggak marah ,malah seneng," ucapnya santai. "Hah itu dulu Iqbaal, sekarang udah beda oke, dan jangan ganggu gw lagi," ucap Azil dengan nada kesal pada Iqbaal.   Ya Iqbaal, Iqbaal si anak cowok paling kece se Sma jangan lupakan dia adalah mantan dari Azil 2 tahun yang lalu, hubungan mereka kandas karna orang ke tiga dan yang memutuskan adalah Azil, sekarang semua sudah jadi masa lalu.   "Iye iye gitu aja marah gw kan ..." potong Azil dengan cepat. "Berhenti jangan ngomong lagi oke, acara udah mau di mulai kalo mau ikut itu almameter sama tanda pengenal  di pake." "Ik .." potong Azil lagi. "Buruan enggak usah banyak ngomon,g" ucap Azil "eh Zal habis pembukaan apa lagi" "Oh, itu kata sambutan dari senior, kak Azil aja ya yang ngewakilin." "Kok gw sih, nggak lo aja?." "Kakak aja ya, kak Azil yang lebih senior," ucap Rizal sembari memohon. "Em ya udah deh, gampang lah entar, oy Baal udeh belum pakenya ,ke lapangan yuk," ajak Azil kepada Iqbaal yang sedari tadi sambil sembari membuka hpnya. "Iya udah nih, yuk capcus," ucap Iqbaal sembari menarik lengan Azil lembut.   Sesampainya di lapangan, anak-anak kelas 10 yang memperhatikan Azil Sebagian besar anak laki-laki mungkin karna kagum akan kecantikan Azil * ciee dan cantik oyyy oke abaykan . "Oke tadi udah diterima dari bapak kepala sekolah dan guru ,sekarang penyambutan dari kakak senior yang ini senior kelas 12 dulu diterima jadi ketos tapi sekarang udah pensiun." "Huuuuu." "Cantik pasti kan." "Mantan gw pasti tu." "Ngimpi aja lo bangun woy udah siang."   "Sudah sudah ributnya, ini dia kak Azilia Pramudha" ucap pembawa acara di ikuti tepuk tangan para murit, tak lama naik lah Atha di ikuti Iqbaal di belakangnya. "Hay .... assalamualikum semua," salam Azil ramah. "Waalaikumsalam." "Waalaikumsayangkaka cantik." "Weh pacar gw tuh." "Ngimpi lo dia mah jodoh gw." "Wowohahaha tenang tenang biar kak Azil ngomong dulu ya, eh btw tadi gw denger ada yang bilang waalaikumsayang wah bahaya tuhhahah." lerai Lucky. "Sudah sudah, perkenalkan nama kakak Azilia Pramudha biasa di panggil Azil atau bisa juga panggil kak Azilia dan ...." "Et cukup panggil kak Azil aja jangan panggil Azilia oke," potong Iqbaal cepat. "Huuu kenapa kak." "Kak Azil aja enggak apa apa." "Iya tuhhuuuuuuuu." "Heheh ya adalah," ucap Iqbaal sembari nyengir enggak jelas. "Ih lo kenapa si Baal," bisik Azil. "Heheh," balas Iqbaal sembari nyengir enggak jelas. "Oke kita lanjut yang tadi, berhubung kakak liat kalian kayaknya bosen banget, gimana kalo kita main game aja, siapa yang bisa jawab pertanyaan kakak,nanti di kasih hadiah." "Wahhh mau dong di kasih hadiah." "Wah pacarku pengertian." "Ngimp ilo jadi pacarnya." "Terserah gw lah."   "Wohhhudah mau mulai enggak nih gamenya," ucap Lucky menengahi antara siswa kelas 10. "Oke lanjut ya ,kita pilih 5 orang untuk maju kedepan, nanti kakak  kasih pertanyaan,siapa yang menjawab duluan dia yang menang setuju semua," ucap Azil. "Setujuuuu." ucap semua serempak. "Oke kalo gitu, em kak Iqbaal sama Lucky akan pilih masing-masing 2 orang, nah kakak akan pilih satu orang," ucap Azil di sambut anggukan dari Iqbaal dan Lucky. "Oke gw dulu ya Luc, emm gw pilih ,na itu cewek yang pake sepatu warna putih itu ,sama yang pake bando warna hitam, ya kalian maju kedepan" tunjuk Iqbaal ke dua orang cewek yang ia sebut ciri cirinya. "Wah, kak Iqbaal pilih cewek semua, kalo gitu gw pilih cowok deh biar adil emm, itu cowok yang pake kaca mata sama nah itu cowok yang rambutnya ada di sebelah cowok maju kedepan." "Oke kalo gw pilih em mana mana ya oh itu adek yang pake hijap, nah iya kamu sini naik," ucap Azil sembari menunjuk ka arah gadis berkerudung. "Woh udah ada 5 orang ya siapkan jiwa dan raga kalian ya adek adek hahah" ucap Lucky dan di sambut tawa oleh semua orang. "Oke sebelum kita mulai perkenalan dulu dari ujung sana ya," ucap Iqbaal. "Hallo nama aku Diandra dari kelas Mia 3." "Aku Hallen dari kelas Ips 1." "Aku Fifta dari Ipa 1." "Aku Bayu dari Ipa 4." "Kalo aku Safitri dari Ipa 1 kak."   "Oke semua udah perkenalan, kita bisa mulai gamenya kan, gini coba nanti kak Azil kasih pertanyaan siapa yang tau pertanyaan bisa angkat tangan, nah yang bisa jawab bakal di kasih hadiah sama kak Azil ,paham semua." jelas Lucky. "Paham kak." sahut semua bersamaan. "Oke, kalian sudah siap ya, pertanyaanya adalah siapa nama ketua osis tahun in?,i" ucap Azil. "Wah ada yang bisa nih, ini sini nama kamu siapa yang tadi," sapa Iqbaal sembari merangkul adik kelas yang mengangkat tangan. "Bayu kak." "Nah,  siapa nama ketua osis tahun ini."   "Emmmemmm tidak tau kak" ucap bayu polos * pake logat dilan waktu ikut cerdas cermat. di ikuti suara tawa semua murit dan anggota osis yang melihat. "Kok enggak tau, terus kenapa tadi angkat tangan?," tanya Iqbaal heran. "Heheh reflek kak." "Oke enggak papa, kalo gitu kakak kasih pertanyaan harus di jawab dengan sungguh sungguh," ucap Azil. "Oke kak," ucap semua. "Pertanyaannya siapa nama kepala sekolah Gis," ucap Azil dan di ikuti adik kelas yang mengangkat tangan. "Wah ini mah yang di pilih sama kak Azil tadi ya," ucap Lucky. "Hehe iya kak." "Nama kamu siapa." "Safitri kak." "Oke dek Safitri ,siapa nama kepala sekolah gis?," tanya Azil sambil merangkul bahu sang adik kelas. "Namanya ibu Maulia Hendrawati," ucapnya lantang * sumpah gwngarang nama kepala sekolahnya. "Eh buset hafal sampe nama panjang loh wah,  kasih tepuk tangan semua," ucap Lucky di sambut tepuk tangan dari semua orang. "Nah karna dek Safitri bisa menjawab pertanyaan kak Azil nanti kakak kasih no telepon nya kak Iqbaal ya," tawar Lucky membuat kaum hawa berteriak iri. "Weh enak aja lo, itu prifasi," sergah Iqbaal. "Heheh bercanda kali kak," ucap Lucky sembari menunjukkan tanda pis✌️. "Oke Zil mau lo kasih hadiah apa nih?," tanya Iqbaal kepada Azil "Hadiahnya foto bareng aja ya hehehe, enggak enggak sebentar ya, emm dek Ria sini deh." "Kenapa kak?," tanya Ria setelah berada di hadapan Azil. "Tolong kamu ambilin kotak hadiah di mobil kakak ya, nih kuncinya hadiahnya ada di belakang," sembari memberikan kunci mobil ke Ria. "Oke kak," ucap Ria langsung berlari ke parkiran, tak lama Ria pun datang dengan 5 kotak hadiah ukuran sedang. "Bawa keatas aja," ucap Azil mengintruksi Ria untuk membawa semua kotaknya ke panggung. "Wah semua di kasih hadiah lo sama kak Azil," ucap Lucky.   "Nah berhubung kaka lagi baik hati ,kalian berlima dapet hadiah, tapi untuk dek Safitri kakak  kasih makan siang bareng di kantin oke," ucap Azil tidak lupa dengan senyum manisnya. "Wah wah ini mah gw juga mau," ucap Iqbaal. "Gw juga mau makan siang bareng sama kak Azil," ucap Lucky. "Oke Ria tolong bagiin semua, sama buat Safitri nanti kakak tunggu di kantin, nanti tanya aja tempat duduk kak Azil di mana pasti di kasih tau," ucap Azil "Oke kak makasih"   Setelah acara game sepontan dari Iqbaal dan Azil acara-pun di lanjutkan oleh anak anak OSIS sesuai jadwal yang sudah ada, semua kegiatan pun berjalan sukses ,ya walau ada masalah karna ada beberapa siswi yang pingsan saat acara berlangsung. Tak terasa jam sudah mulai pukul 01:30 semua murit Gis berhamburan keluar sekolah untuk menuju rumah masing masing. Nova yang sudah selesa mengikuti acara hari ini-pun berjalan menuju mobil milik Azil yang masih terparkir di parkiran, sesampainya di mobil Nova tidak menemukan kakaknya di sana.   "Mana sih kak Azil" * Azilia / Azil nama panggilan dari keluarga Azil "apa gw wa aja ya"   Kakak azil   ° Kak ,kakak dimana?, nova udah di parkiran. ° kak oyyy capek nih gw.                              ·° iya bentar lagi, udah                               · Mau selesai sabar dikit   ° buruan kak ° kak ° oyyy buruan ° capek nih                                    · ° iya bawel lo   ° ah lama                                     ° gw di depan elo Baca   "Eh kakak heheh," ucap Nova sembari mendongakkan kepala. "Udah yuk pulang, gw juga capek," ucap Azil sembari masuk mobil di ikuti Nova.                                                                                                      ****           " Jika proses itu sulit maka nikmati karna hasil akan terasa manis jika kita menikmati suatu proses"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

DIA UNTUK KAMU

read
39.9K
bc

Bukan Calon Kakak Ipar

read
146.6K
bc

MANTAN TERINDAH

read
10.1K
bc

Pengantin Pengganti

read
85.9K
bc

FINDING THE ONE

read
34.7K
bc

Long Road

read
148.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook