Liburan di villa milik Seika ternyata berdampak besar pada Michiru. Ia harus kembali ke kenyataan bahwa dirinya tidak bisa makan hidangan lengkap lagi seperti yang ada di villa Seika. Meski di dompetnya banyak uang entah itu sebenarnya memang uang atau daun yang ia sihir sehingga terlihat seperti uang, atau ia bisa menggunakan sihir untuk membuat semua alat masak menari-nari di udara, Michiru tetap menolak untuk memasak hidangan lengkap. Alasannya adalah masakanku lebih enak dibandingkan dengan masakan hasil jeri payahnya dalam menggunakan sihir. “Lagi pula, bagaimana dengan benda yang memiliki kutukan dari iblis itu?” tanyaku setelah mengoleskan selai cokelat pada roti yang ada di tanganku. “Jika kau tidak cepat-cepat menemukannya, kejadian seperti se

