Bab 32

1061 Kata

Terhitung sudah lebih tujuh bulan kehamilannya, sampai saat ini Rania masih bingung bagaimana perasaan Fajar padanya. Entahkah pria itu mencintainya atau masih menyimpan perasaan pada Anisa. Namun, sikap Fajar yang selama ini perhatian padanya membuat Rania merasa nyaman. Rasa cintanya yang dulu sempat pudar karena insiden di apartemen beberapa bulan yang lalu, kini kembali tumbuh di hatinya. Ya, Rania mencintai Fajar. Pasutri tersebut kini berada di kamar mereka. Rania duduk di ranjang sambil menyandarkan punggungnya ke headboard, kedua kakinya di luruskan. Di sampingnya ada Fajar yang duduk menghadap ke arahnya. Wanita itu mengoleskan madu ke kelopak mata kiri Fajar. Rania tidak bisa menahan tawanya. Ia cekikikan dan meledek mata Fajar yang bengkak sebelah. Bukannya kasihan, ia malah t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN