Bab 31

1901 Kata

Bulan sudah menampakkan diri. Fajar dan Pak Zein sudah pulang dari kantor satu jam yang lalu. Kini keluarga tersebut sudah berkumpul di meja makan. "Putri, mana?" tanya Fajar. Sejak pulang dari kantor, ia tidak pernah melihat batang hidung adik kesayangannya itu. "Di kamarnya, Kak," sahut Rania. Kening Fajar sedikit berkerut. Biasanya Putri lah yang paling awal tiba di meja makan. "Oh iya! Tadi siang Putri, kan, terima rapor? Dia peringkat berapa?" "Peringkatnya turun drastis, bahkan lebih jelek dari semester kemaren," timpal Pak Zein. "Lalu, Papa marahin dia?" Fajar menatap papanya itu intens. Dirinya sudah curiga dari awal karena Putri tidak ada di meja makan. Pasti papanya itu memarahi Putri. "Iya. Akhir-akhir ini dia suka melawan sama orang tua, dia juga malas belajar. Pantas saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN