Selesai menonton sinetron kesukaannya. Rania akhirnya ke kamar dan memutuskan untuk tidur. Keningnya langsung berkerut ketika melihat Fajar membongkar laci, wajah pria itu kelihatan panik. "Kakak cari apa?" tanya Rania. "Cari dokumen. Saya lupa tadi taroknya di mana. Mana itu dokumen penting buat meeting besok pagi." Fajar mengacak rambutnya frustasi, kenapa dirinya bisa keteledoran seperti ini. "Kakak tenang dulu, biar Rania bantu cari, ya. Dokumennya kayak apa? Coba Kakak ingat-ingat dulu. Tadi naroknya di mana?" "Warna map dokumennya biru dongker. Saya gak inget taroknya di mana. Coba saya cek di ruang kerja dulu." "Ya udah, Rania cari di sini, ya." Rania mulai menggeledah isi kamar. Ia membuka lemari, siapa tahu Fajar meletakan dokumennya di bawah pakaiannya. Namun, nihil. Di san

