Hari-hari berlalu, sudah dua minggu Fajar koma. Anisa berjalan menyusuri koridor rumah sakit, menuju ruang rawat Fajar. Ia hanya bisa mengunjungi Fajar pada malam hari, karena siang ia harus melaksanakan tugasnya menjadi dokter di rumah sakit tempatnya bekerja. Anisa adalah dokter umum. Ia harus siap siaga setiap waktu, karena pasien datang tak menentu. Bahkan, saat hari libur pun terkadang Anisa juga bekerja karena banyak pasien yang membutuhkan pertolongannya. "Assalamualaikum," salam Anisa. "Wa'alaikumsalam," jawab Bu Astrid yang kini di ruang rawat Fajar. "Anisa." Anisa menyalami tangan Bu Astrid. Manik matanya lalu menatap Fajar sendu. "Tante di sini sendiri?" tanya Anisa. Bu Astrid mengangguk. "Putri di rumah, dia harus belajar karena besok ujian. Sedangkan Papa Fajar nanti di

