Bab 63

1015 Kata

Rania berdiri di balkon kamarnya, mengamati purnama yang bersinar terang dan bertabur bintang. Angin malam membelai rambut wanita itu. Fajar yang baru saja tiba di kamar, menghampiri Rania dan memeluk pinggangnya dari belakang. Pria itu menumpukan dagunya pada pundak sang istri. "Udah malam, ayo masuk!" suruh Fajar. "Masih jam setengah delapan, Kak. Rania masih pengen di luar." Fajar tak lagi menyuruh istrinya masuk, ia malah semakin mengeratkan pelukan dan memejamkan mata. Merasakan hembusan angin malam yang menerpa kulitnya. Kedua pasutri itu lalu sama-sama diam. Rania merasakan kehangatan saat Fajar memeluknya. Wanita itu lalu menengadah ke langit. "Bulan sama bintangnya indah, ya, Kak?" "Iya. Kayak kamu." "Mulai lagi, deh, gombalnya." Rania terkekeh kecil. "Siapa yang gombal?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN