Kepergian Umik tentunya membawa perubahan besar dalam hidup Al, membuat hatinya tak bisa lagi merasakan bahagia secara utuh. Membuat Al sadar, jika separuh jiwanya dilengkapi sempurna oleh sosok umik. Ketika Umik pergi, pergi pula lah separuh jiwa Al. Sebab itu, lelaki dengan perawakan tinggi kulit putih itu akhir-akhir ini sukar tersenyum. Sekalipun dihibur oleh orang-orang terdekatnya sekalipun. Dengan segala macam cara namun senyum tak kunjung terbit dari wajah tampannya. Yang ada, Al malah semakin diam dan selalu bilang 'aku gpp.' Padahal tidak pernah ada yang tidak apa-apa jika orang ia cintai meninggalkan dunia ini. Apalagi itu Ibu. Ketika Al dalam kondisi yang seperti itu, Salma tidak hanya diam. Salma sadar, keberadaannya hanya semakin membuat Al semakin sedih. Sebab itu ia tak m

