Kurang satu minggu lagi Rara akan menikah dengan Rayyan. Mereka berdua sudah mendaftarkan rencana pernikahan mereka ke KUA. Ibuk sudah membeli barang-barang sasarahan untuk dibawah ke rumah Rara. Mbak-Mbak Ndalem juga sudah belanja banyak sekali bumbu-bumbu dapur untuk acara selametan sebelum akad. Dan besok, Rara akan berangkat ke Surabaya untuk mempersiapkan semuanya. Namun entah kenapa ia malah merasa gundah gulana. Rara galau sekarang, hatinya dipenuhi kekhawatiran yang diciptakan oleh pikirannya sendiri. Bagaimana jika lelaki yang akan ia nikahi menyakitinya? Apakah dia akan merasakan kegagalan dalam menikah lagi? bagaimana jika Rayyan akan kembali pada mantannya seperti Al yang kembali pada Salma? dan masih banyak lagi pikiran-pikiran negatif yang membuat Rara semakin nyesek sendir

