Setelah lima menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di tempat dimana Rayyan akan membeli buku. Yaitu di daerah Terban yang berjejer banyak sekali kios-kios buku di sepanjang jalannya. Rara membuka kaca helmnya, agar ia bisa menatap jajaran kios buku yang ada di hadapannya dengan jelas. “Gus kalau beli buku biasanya disini?” tanya Rara. “Nggak sih, tapi aku lagi pengen ke sini.” Sekalipun tidak dilihat Rayyan, Rara mengangguk. “Gus mau beli buku apa?” “Sebenernya nggak mau beli buku.” “Lah terus?” “Cuma mau ajak kamu jalan-jalan aja.” Aduh, wajah Rara merona mendengar ucapan Rayyan. Untung saja, kini ia bisa menyembunyikan wajahnya di balik punggung Rayyan. Agar Rayyan tak bisa melihat wajahnya sekarang sekalipun melirik kaca spion. “Kamu nanti beli buku ya.” ucap Rayyan. “Ngg

