Rara dan Rayyan pun akhirnya duduk di kursi warung makan itu. Mereka duduk berdampingan. Karena Rara merasa canggung jika makan dilihatin rayyan. Jadi gadis itu memilih duduk di sebelahnya. “Gus, beneran nggak jadi beli buku?” tanya Rara. Sembari menatap gus rayyan dengan perasaan takut. Rayyan yang disibukkan dengan ponselnya pun tak menjawab. Membuat Rara semakin stres dengan apa yang lakukan Rayyan padanya. “Gus,” ucap rara lagi. “aku salah? Kasih tau Gus kalau aku salah.” Rayyan meletakkan ponselnya. Kemudian menatap lurus ke depan. “kamu kenapa nggak ngomong apa-apa setelah baca tulisan yang ada di kertas itu?” Rara menghembuskan nafas panjang, “aku masih binggung harus ngomong apa.” “Kamu nggak suka..?” “Ha?” Rara merasa pertanyaan Rayyan masih menggantung. “nggak suka ap

