"Gimana Waf?" suara serak seperti orang yang habis menangis terdengar dari ujung telepon. Wafer duduk di atas kasur sembari menatap atap langit kamarnya. "Sudah ning." "Gus bilang apa?" itu adalah suara salma. "Dia akan ambil keputusan." "Keputusan gimana maksudnya?" "Ndak tau ning, saya cuma bantu gus berpikir lebih jernih lagi. Untuk urusan keputusannya beliau ndak bilang." "tsk!" salma berdecak, ia terdengar sangat resah saat ini. Di kamarnya Salma sedari tadi hanya mondar-mandir ndak jelas. Wafer pun ikut-ikutan resah, "sabar nggih ning. Insya allah akan ada keputusan terbaik." "nggak bisa sabar aku waf. Masih ndak ngerti jalan pikiran Al, kenapa dia masih suka Rara? Apa gara-gara Rara udah ditinggal Rayyan ya makanya Al ngerasa ada kesempatan buat dapetin Rara lagi?" "

