Seusai pulang dari rumah budhe Salma, Al segera menjemput Wafer untuk diajak pulang ke kediri. Persetan dengan besok ia ada kuliah, ia tetap ingin pulang. Dia rindu umik. Ketika berada di perjalanan menuju kos-kosan menjemput wafer, dering ponselnya berbunyi. Ada nama Rara disana. Al tak segera menerima telepon itu. Ia hanya menatap ponselnya dengan nanar. Haruskah ia jawab? Jika ia jawab, berarti benar ia adalah lelaki b******k yang mengingkari janjinya. Tapi di lain sisi, hatinya senang sekali karena Rara menelponnya. Lama bertengkar dengan dirinya sendiri, Al pun tak menjawab telepon Rara. Namun s**l, cewek itu tak hanya menelpon Al satu kali. Berkali-kali. Menbuat Al berpikir jika ada sesuatu yang penting. Haruskah Al jawab? Tanpa pikir panjang lagi, Al pun meraih ponselnya kem

