61

1046 Kata

Ketika rara baru sampai kamar, ponsel Rara bergetar. Ada telpon dari Rayyan dan sontak membuatnya keluar kamar. Membuat Mbak Ninis, Nada dan zahra menatap rara heran. Karena baru saja gadis itu masuk kamar sudah keluar kamar lagi. “Ra sudah di kamar?” tanya Gus Rayyan di sebrang sana. “sudah Gus.” “Bagus, langsung mandi ya? biar kalau mau murajaah bisa tenang.” “Iya Gus siap.” Awalnya Rara hanya ingin bicara itu saja. namun gadis itu teringat jika seharian ini Rara tak tanya kabar Rayyan sama sekali. ia bahkan tak tau, Rayyan sekarang sudha sampai mana dan kapan pulang ke pondok. “Gus dimana?” dan Rara pun memberanikan diri untuk bertanya. “Masih di jalan Ra, habis ini Ibuk minta sambang ke pondok temennya. Jadi kayaknya bakal sampai di jogja besok malam.” Ada perasaan sedih menye

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN