82(Rayyan dan Rara) Setiba di pondok, Rara segera masuk ke dalam rumah dan menuju kamar. Ketika membuka pintu, ia mendapati Rayyan tengah tertidur. Rara bernafas lega. Setidaknya, Rayyan tidak menyambutnya dengan kemarahan. Rara pun segera bergegas ke kamar mandi untuk berganti baju dan mencuci tangan, kaki dan wajahnya. ia menghembuskan nafas panjang. Rara merasa lebih tenang, karena Rayyan tidak semarah yang ia kira. Rara kira, Rayyan akan menunggunya di depan gerbang sembari memasang wajah yang menyeramkan. Ternyata tidak, suaminya malah tertidur damai di atas kasur. namun itu sepertinya tak memberikan rasa ketenangan yang penuh, karena Rara kembali teringat akan ucapan Nisa. ucapan yang seharusnya tak Rara dengar dan Rara abaikan saja. tapi ternyata sulit, Rara tetap ingat dan itu

