Dari balik jendela, matahari mengucapkan selamat pagi pada Rara sembari memamancarkan teriknya yang hangat. Yang berhasil menerobos masuk melalui daun pohon mangga yang ada di belakang kamar. Hari ini, tampaknya sama dengan hari sebelumnya dan hari sebelumnya lagi. Yang setiap menitnya, Rara lalui dengan menginggat al. Teringat akan jaman ketika sekolah dan membayangkan andai saja Al dulu tidak lupa ingatan. Mungkin sekarang Rara yang ada di samping lelaki itu. Andai saja.....pasti sekarang Rara sudah bahagia. Dan masih banyak andai-andai yang lain, yang ketika sadar membuat Rara terluka karena andainya hanya sekedar andai yang tak bisa menjadi kenyataan. Bisa dibilang, sekalipun sudah di pondok hampir tiga minggu, Rara masih suka galauin Al. Ia bahkan tidak lagi konsentrasi dengan hafal

