75

1332 Kata

Rara percaya dengan Rayyan, namun entah kenapa membayangkan suaminya tidur bersama wanita lain membuat Rara ingin menangis. Tanpa Rara sadari, air matanya turun. Dadanya sesak, berulang kali ia mencoba menghembuskan nafas panjang agar bisa lebih lega bernafas. Hingga telpon yang Rara ada pada genggaman tangannya bergetar terus menerus, pertanda jika ada sebuah telpon masuk. rara tidak segera melihat layar ponselnya. Gadis itu sedikit takut, jangan-jangan itu telpon dari Yasmin yang akan kembali menerornya. Rara itu tidak takut pada Yasmin, tapi Rara takut dengan apa yang akan dikatakan Yasmin dan dapat mempengaruhi dirinya. Setelah meyakinkan diri sendiri untuk tidak terpengaruh dengan apapun yang dikatakan Yasmin, Rara menatap layar ponselnya yang masih bergetar. Itu bukan dari Yasmin,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN