Mobil itu membawa Rara ke sebuah tempat yang sepi, tapi ia tidak tau sekarang dia ada di mana. Yang jelas mobil Rayyan seperti berhenti di sebuah parkiran. Hanya mobil Rayyan yang ada di sana, dan Rara tak melihat tanda-tanda manusia selain mereka. “Kita di mana?” itu adalah kalimat pertama yang muncul dari mulut Rara setelah diperjalanan tadi ia hanya terdiam. Entahlah, Rara jadi nggak ada niatan buat ngomong apa-apa setelah Rayyan meluk dia tadi. “Di ruma Ibuk.” Jawab Rayyan kemudian mematikan mesin mobilnya. Rayyan membawa Rara ke sini bukan tanpa alasan, tapi hanya di sini mereka bisa menghabiskan malam berdua. Ruma Ibuk tidak jauh dari komplek pondok seleman, berada di desa yang lumayan jauh dari jalan raya. Suasana desanya pun sangat tenang, setiap malam jika sudah pukul 9 sem

