90

1065 Kata

Salma duduk di kursi yang ada di dapur, sembari menundukkan kepalanya. Tatapannya kosong, menatap lantai yang kini memancarkan silau cahaya dari lampu. Disaat semua orang ada di luar untuk makan, salma sendirian di dapur. Ia masih ingin menetralkan hatinya, menenangkan perasannya yang kini tengah hancur. Salma, ini bukan pertama kalinya kau melihat Al bersama gadis lain. lalu kenapa sekarang rasanya sakit sekali?—tanya salma pada dirinya sendiri. Apa kau menganggap Al sudah membuka hatinya hanya karena dia mau menerima perjodohan itu? Atau kau sudah besar kepala hanya karena Al bilang masakanmu enak? sadar, sal..sadar..dia membencimu! Lihatlah, disaat kamu susah payah, merelakan waktumu untuk membantunya—dia malah bersama perempuan lain. Air mata yang tadinya sudah usai kini kembali t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN