Al tak lagi menghubungi Salma setelah pertemuan malam itu. lelaki itu entah kenapa mendadak diam, tidak merecoki hidup salma dengan segala permintaannya lagi. Malam itu setelah tiba di rumah, Salma mendapatkan satu pesan dari Al. Besok nggak usa lagi ngirim bekal. Begitu kira-kira isinya. Dan karena pesan dari Al itulah Salma jadi galau. Dia emang keberatan sekali sih, kalau tiap hari harus ke kampus Al Cuma buat ngirim tuh cowok bekal. Tapi—ternyata, tidak bertemu Al jauh lebih berat rasanya. Harus Salma akui, walaupun Al jahat sekali kepadanya, tetap saja Salma rindu. Tetap ingin menatap lelaki itu, melihat mata Al yang selalu memancarkan amarah jika menatapnya, atau sekedar mendengar satu kalimat dari mulutnya. Tapi Salma tidak bisa melakukan apapun. dia tak mau Al semakin me

