Bahagia yang salma rasakan sekarang seperti menemukan air setelah berkilo-kilo meter ia berjalan di padang pasir. Rasanya seperti anugerah yang membuat Salma tak henti-hentinya mengucapkan hamdalah. Sekalipun ia masih sulit untuk percaya, tapi senyum Al yang akhir-akhir ini mewarnai harinya selalu meyakinkannya—bahwa bahagia yang ia rasakan memang nyata. Sosok yang ia harapkan mau membukakan pintu maaf kini berada di sampingnya. sekalipun HANYA RAGAnya. Karena hati lelaki itu masih merindu pada perempuan lain. “Gus cari makan yuk?” kata salma dengan riang ketika al menerima telponnya. Setelah hari itu, salma memang memutuskan untuk menyusul Al ke jogja. Demi menjalankan misi—membuat Al move on padanya. “aku ada matkul pagi sal.” Kata al yang kini sibuk menata beberapa buku dan ia masu

