Anne berlari keluar dari kantor Darrel. Ia tak tahu akan pergi ke mana. Apalagi dirinya sama sekali tidak memegang uang. Tas, dompet, ponsel, semua barang itu berada di ruangan Darrel. Berbalik pun ia tak mau. Ia merasa malu dan jijik pada dirinya sendiri. Lebih baik ia kelaparan di luaran sana, dari pada kembali bersitatap muka dengan sang kakak. Tidak. Ia tak sanggup melihat penderitaan kakaknya, terlebih lagi air mata yang mengalir dari mata kakaknya. Tidak lagi. Anne terus berlari, ia tidak memilih untuk berlari disekitaran jalan raya. Jalan raya hanya akan mempermudah Darrel menemukannya. Ia memilih menuju gang di pinggiran jalan raya yang ia tahu itu akan membawanya menuju perkampungan. Yang bahkan mobil pun tidak akan bisa masuk. Merasakan lelah akibat berlari dan merasa dirinya

