Tok ... tok ... tok. Ketukan pintu jelas terdengar, seringai Darrel melebar. “Lihat, pria mu sudah datang." Anne panik. “Kumohon jangan.” Alfa adalah satu-satunya sahabat yang ia miliki, jika Alfa tahu apa yang terjadi dengan dirinya, besar kemungkinan Alfa akan menolongnya tapi sekali lagi ia takut, takut jika Alfa berbuat sebaliknya malah menghina dirinya dan tidak perduli. “Kenapa? Kau takut pria mu tahu seberapa nakalnya dirimu?” Cepat Anne menggelengkan kepalanya. “Tidak." “Aku selalu mendapatkan keinginanku, Anne." Air mata tak berhenti, terus mengalir. Anne merasa dirinya terlalu lemah untuk sekedar melawan Darrel. “Masuk!” teriakan Darrel menggema, memerintah seseorang diluar sana agar masuk ke dalam. Jantung Anne berdetak kencang, saat mendengar pintu itu terbuka, ia bahk

