Tiga Belas

1516 Kata

Anne menyusuri koridor kampus dengan mata, hati dan tubuh yang lelah. Jika bisa memilih ia enggan untuk pergi kuliah. Ingin rasanya bergelung di dalam selimut saja. Bukan karena ia malas, tubuhnya masih terasa sakit atas perlakuan Darrel semalam. Menghindari pria itu tidaklah mudah. Meski kantung mata terlihat jelas akibat terjaga sampai pagi, supaya ia bisa pergi pagi-pagi sekali ke kampus agar tidak bersama Darrel. Tapi sayang, pria itu jauh lebih pintar darinya. Bagaimana bisa seorang Darrel sudah berada di meja makan bersama segelas kopi hitam, macbook ditangan serta stelan kantor lengkap di jam 6 pagi? Gila.. Masa iya, ia berangkat jam 5 shubuh? Mau ngapain jam segitu di kampus? Anne terkesiap, ketika ia merasa seseorang tengah merangkul bahunya. Senyumnya langsung terbit saat tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN