Hari sudah sore, di tengah kepanikanku aku nggak sempat memikirkan barang-barangku yang tertinggal di rumah Pak Anggit. Lagipula, aku nggak ingat alamatnya dan aku nggak punya waktu buat ke sana. Terserah mau mereka apakan barang-barangku yang serba murahan itu. Yang penting card holder isi KTP dan kartu debit ada di tasku. Dengan nggak tahu malu, aku mencegat pengendara motor di depan hotel dan mohon-mohon supaya di antar ke bandara. Untungnya, dia langsung setuju, barangkali kebetulan sedang tidak ada keperluan mendesak sehingga nggak tega melihat cewek pakaian pesta nangis-nangis di pinggir jalan. Sembari jalan ke bandara, aku mencari tiket pesawat. Lagi-lagi aku beruntung karena ada tiket penerbangan ke Jakarta yang terjadwal 3 jam lagi, aku meminta pengendara baik hati ini untuk n

