BAB 41

950 Kata

Seandainya waktu bisa diulang, Anthea ingin mendapatkan semua penjelasan sang Ayah. Namun, Ayahnya sudah tiada. Tidak ada lagi yang bisa ia mintai penjelasan kenapa selama ini pria itu menyiksanya? Wajahnya semakin pucat. Raut sedihnya tak bisa disembunyikan karena ia benar-benar merasa sesak akan apa yang diterimanya. Ayahnya telah mati. Tidak ada satupun keluarga lagi di dunia ini. Satu-satunya keluarga telah mati. Anthea terus mengulang kalimat itu dalam hatinya. Seketika gejolak di perutnya mengingatkan Anthea bahwa ia masih memiliki janin. Janin yang sedang tumbuh di rahimnya. Anthea langsung beranjak ke wastafel dan memuntahkan cairan kosong disana mengingat ia belum sarapan apapun. Sentuhan di tengkuknya membuat wanita itu kembali memuntahkan cairan kosong. Mencuci mulut dan wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN