"Bagaimana keadaannya?" Presiden Carls menyesap wine yang berada di tangannya. Wajahnya terlihat keras dan datar. Sudah beberapa hari ini dia tampak mengurungkan diri di rumah. Memantau Anthea melalui Jenderal dan selalu bertanya keadaan putrinya itu. Katakanlah dia pengecut karena tidak berani menemui buah hatinya itu. Presiden Carls memang tidak sanggup karena takut kehadirannya di tolak oleh anak kandungnya bersama wanita yang dicintainya. "Dia baik-baik saja tanpa butuh perlindunganmu." Athran menyahut santai. "Sampai kapan kau menghindarinya?" Presiden Carls tersenyum kecut dan balik bertanya. "Sampai kapan kau berani menghindari adikmu?" "Aku sudah menemuinya!" Jenderal berdesis tajam. Tidak suka jika pertanyaannya dibalas pertanyaan. Untung saja pria tua di depannya ini adalah a

