Semua turut hadir menunggu Anthea melahirkan. Vanya, Avel, Jeslyn, Debby dan juga Sam harap-harap cemas menunggu dibagian luar ruangan. Presiden Carls sendiri hanya bisa terus berdoa untuk keselamatan puterinya. Airo dan Itler mendapat tugas berjaga takut-takut masih ada yang memiliki dendam pada mereka. Semuanya kini sedang menanti suara tangisan bayi yang diharapkan lebih dulu terdengar. Di dalam ruangan Jenderal menatap tajam pada dokter yang sedang membantu proses persalinan anak mereka. Erangan kesakitan Anthea membuat dirinya membalas erat genggaman sang isteri. Tatapannya beralih menatap Thea yang sudah berkeringat. Wajah pucat wanita itu membuat Jenderal seketika ingin memaki para dokter karena bergerak terlalu lamban. Bahkan, kehamilan Selvanya dulu tidak selama ini. Lidahnya su

