Janin yang ada di dalam perut Anthea sudah mencapai 9 bulan. Jenderal dengan sigap membawa Anthea lebih dulu ke rumah sakit sejak umur kandungannya masuk ke sembilan bulan. Dia tidak ingin Anthea melahirkan tanpa persiapan seperti beberapa tahun lalu. Kali ini, wanita itu sedang berbaring dengan infus di tangan kanannya. Menatap Cio yang sedang bermain mobil-mobilan mengingat Jenderal melarang membawa mainan ala kerajaan miliknya. "Sayang..." Anthea memanggil puteranya dengan lembut. Cio langsung mengalihkan pandangan dari mobilnya, menatap sang Ibunda yang kini menatapnya dengan sayu. Dengan segera ia beranjak mendekati Anthea dan menggenggam jemari Anthea dengan lembut. "Ada apa, Mommy?" Tanyanya pengertian. "Mommy butuh sesuatu?" Tanya Cio yang sudah mampu bersikap manis karena Jend
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


