"Dimana kau?!" Seketika Anthea menjauhkan ponsel dari telinganya yang berdengung mendengar pekikan Jeslyn sebelum kembali merapatkan ponsel pada telinga kanannya. "Anthea!! Astaga, kau mengabaikan panggilan dan pesan dari ketuamu! Kau benar-benar tidak menganggapku lagi, hah?" Anthea menarik napas dan bergumam. "Maaf, J. Aku bingung menjelaskan dari mana." Dengusan dari seberang sana terdengar kesal. "Kami sudah mengetahuinya dari Sam. Kau membuatku malu di acara semalam, A. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku, hah? Kau menyembunyikannya dengan apik. Ada apa denganmu, Thea?" "Maafkan aku, J. Aku sendiri masih bingung tentang ini semua." Anthea menghela napas pelan. "Aku akan menjelaskan padamu nanti." "Baiklah. Kita akan bertemu pukul 05.00 sore di cafe! Bye." Anthea langsung menu

