Avel menatap tenang beberapa orang baju hitam yang baru saja memotong mobilnya. Ia terpaksa keluar dari mobil karena gedoran paksa 4 orang pria berbadan besar dan tinggi tersebut. "Siapa kalian?" Tanyanya dengan nada santai. Sepertinya kali ini ia harus menunda kedatangannya ke kantor. Avel menyesalkan satu hal, dia tidak membawa senjata. Tangan kosong mungkin bisa membuat beberapa tulang rusuk mereka patah. Salah seorang pria mengenakan topeng langsung maju dan menyerang Avel. Diikuti empat lainnya. Avel bertindak tanpa rencana, memukul, menendang siapapun yang menyerangnya. Ia berhasil membuat dua orang diantara mereka terkapar. Avel sadari bahwa mereka bukan lawan yang mudah. Salah seorang kembali maju dan memukul rahang Avel, namun pria itu dengan cepat menahannya. Dan membalas ti

